Pengalaman Hamil dan Melahirkan Anak Kedua

Bismillahirrahmanirrahim... 

melahirkan-anak-kedua

Tidak terasa sudah dua bulan sejak terakhir kali saya mempublikasikan tulisan di blog ini, *uhuk*. Somehow, kehamilan kedua saya terasa lebih berat karena berada di tengah pandemi. 

Kerjaan di kantor juga lebih banyak karenanya. Selain kekurangan staf karena beberapa rekan kerja saya positif Covid-19, saya juga hamil tua di penghujung tahun disaat kerjaan kantor sedang banyak-banyaknya. 

Selain itu, ada peraturan yang melarang mengambil cuti tahunan di tengah pandemi ini. Jikalau bisa pun ada syarat dan ketentuan yang berlaku. 

Yeah, dibalik tercapainya target beberapa program kerja kami, ketahuilah ada bumil yang sakit pinggang karena harus duduk terlalu lama, wkwkwk. 

Tapi syukurlah, saya akhirnya berhak memperoleh cuti melahirkan dipertengahan bulan Desember kemarin. Saya melahirkan anak kedua secara normal. Seorang bayi laki-laki tampan *kata emaknya* yang alhamdulillah sehat lahir dan batin.

Pengalaman Hamil dan Melahirkan Anak Kedua itu...

...ternyata sangat berbeda dengan yang pertama. Jarak antara kehamilan pertama dan kedua saya kurang lebih dua tahun. Jadi saya awalnya percaya diri saja bisa melewati kehamilan kedua ini dengan nyaman karena kehamilan pertama saya bisa dikatakan minim drama, hahhah. Tapi ternyata eh ternyata, kenyataannya sangat berbeda.

Hamil Anak Kedua...

Di kehamilan kedua ini, saya mual berat sampai tak bisa bangun. Pengennya tuh berbaring saja seharian. 

Hidung saya juga lebih sensitif. Parahnya, karena salah satu gedung di lingkungan kantor saya bekerja dijadikan tempat isolasi pasien Covid-19, jadi kantor saya sering kali disemprot disinfektan. Hiks, bau cairan disinfektan-nya menusuk hidung saya berkali-kali lipat. 

Saya juga mual kalau mencium bau serta makan sesuatu yang digoreng. Saya juga mual kalau makan makanan manis. Positinya, saya yang awalnya tidak suka makan sayur jadi kepingin makan sayur terus. 

Jadi kehamilan kedua ini bisa dibilang lebih sehat, haha, meskipun banyak rekan kerja saya yang bilang kalau saya jauh terlihat lebih kurus. Oh iya, saya juga sempat diomeli bidan karena capaian berat badan saya saat hamil tua belum mencapai target.  

Mungkin karena doyan makan sayur ini juga saya terbebas dari sembelit setelah melahirkan. Waktu anak pertama dulu, saya sempat sembelit parah sampai harus menggunakan obat sembelit. 

Melahirkan Anak Kedua...

Saya mulai merasa tidak nyaman sehabis maghrib. Waktu itu saya masih mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Saya kira rasa tidak nyaman itu hanyalah efek kelelahan karena beberapa hari belakangan banyak sekali pekerjaan kantor yang harus diselesaikan. 

Dikehamilan pertama dulu, saya selalu awas kalau terjadi kontraksi sampai sempat menghitung berapa kali kontraksi yang terjadi dalam beberapa menit untuk memastikan apakah kontraksi yang terjadi itu merupakan kontraksi palsu atau bukan.

Di proses melahirkan anak kedua ini. Saya tidak ingat kapan pertama kali kontraksi terjadi karena saya tertidur lelap, hahhah. 

Saya terbangun sebentar jika terjadi kontraksi kemudian tidur lagi. Sampai lewat tengah malam, saya merasa ada air merembes keluar dan saat itulah saya baru terjaga sepenuhnya. Berbeda dengan melahirkan anak pertama yang tidak keluar air melainkan darah. Kalau istilah orang Banjar Pahuluan tahap ini namanya "keluar ciri" ya?

Setelah keluar air, kontraksi semakin sering terjadi dan kira-kira dua setengah jam berikutnya, dengan proses mengejan yang tidak terlalu lama, saya akhirnya melahirkan anak kedua dengan selamat. Alhamdulillah. 

Jadi berdasarkan pengalaman saya ini, sepertinya benar ya kata orang kalau proses melahirkan anak kedua ini lebih cepat daripada yang pertama.

At last...

Sekarang status saya sudah berubah dari bumil menjadi busui. Mohon doanya semoga kami sehat selalu. Salam sehat juga untuk kita semua. 

Semoga kita bisa berjumpa lagi di postingan berikutnya ya. Dadaaah \^_^/

Mirabella Kosmetik Lipstick First Impression

Bismillahirrahmanirrahim...

Hai..hai..bertemu lagi kita di postingan berlabel Beauty di blog saya. Sebenarnya, saya jarang sekali mempublish post tentang Beauty. Jadi maafkan saya kalau misalnya ada kekeliruan yang mungkin menyalahi aturan yang biasanya ada di blog post tentang beauty, dan feel free aja untuk memberi tahu saya di kolom komentar ya ^_^ 

Oke deh, di postingan kali ini, selain menulis kesan pertama saya setelah memakai Mirabella kosmetik lipstick, saya juga akan menuliskan kesan pertama saya setelah memakai bedak Mirabella dan Mirabella Lip Cream .

FYI, ketiga produk dari Mirabella ini saya dapatkan gratis dari event acara ultah Blogger Perempuan Banjarmasin atau yang lebih dikenal dengan nama Female Blogger of Banjarmasin alias FBB. 

Rangkaian acara ultahnya keren loh. Ada banyak hadiah dari event giveaway, doorprize, online class, dan juga lomba blog. Hadiahnya beragam, mulai dari voucher diskon dari berbagai produk sponsor, staycation di hotel keren di Banjarmasin, sampai uang tunai dengan total jutaan rupiah. Penasaran? Yuk langsung ikuti saja semua media sosial FBB. Yes!

Mirabella Kosmetik Lipstick...

Baiklah, langsung saja, review Mirabella pertama saya adalah produk lipsticknya, yaitu Mirabella Colorfix Lipstick. 


IMO, kemasannya bagus sangat. Warna ungu kombinasi peraknya cantik sekali. Saya jadi langsung kepingin mencoba.

Eiitsss, tapi sebelumnya, yuk mari kita intip dulu apa klaim dari produk ini seperti yang tertulis di belakang kemasannya,

Mirabella Colofix Lipstick

Rasa percaya diri Anda semakin mantap bersama Mirabella Colorfix Lipstick karena Anda akan merasa nyaman dengan warnanya yang tahan lama dan tidak mudah luntur. Formulanya menghasilkan polesan yang lebih lembut dan ringan di bibir. Dengan kandungan Vitamin E untuk merawat kelembapapn bibir dan Licorice Extract. 

Oke, saya setuju sekali dengan klaimnya yang menyatakan kalau polesannya lembut dan ringan di bibir. Yeap, itulah yang saya rasakan saat mencoba lipstick ini. 

Kemudian juga saya biasanya kalau memakai lipstick itu suka belepotan, tapi tidak dengan lipstick ini. Pengaplikasiannya terasa begitu mudah. Lipsticknya terasa meluncur dan menghasilkan warna yang merata di bibir saya hanya dalam sekali polesan. 

Oh iya, saya dapat warna 71 untuk lipstick ini. Warnanya seperti yang saya beri lingkar merah pada foto di bawah:

Hmmm...biasanya saya tidak cocok memakai lipstick dengan warna pink keunguan semacam ini. Tapi somehow, yang ini cocok. Saya jadi senang memandang hasilnya di cermin. Klaimnya tentang "rasa percaya diri yang semakin mantap" berhasil untuk saya. Keren!!!

Oke, itu tadi poin plus dari review Mirabella Colorfix. Poin minusnya mungkin cuma setelah saya pakai, arah lipsticknya jadi berbalik arah, tidak pas dengan wadahnya. Bagiannya panjangnya jadi berada di bagian pendek. Tapi itu mungkin "derita saya sendiri" saja kali ya. Mungkin ini terjadi karena saya terlalu semangat memutar lipsticknya, sehingga posisi lipsticknya jadi berbalik arah, *dikeplakmasa*.

Bedak Mirabella...

Lanjut, produk kedua yang saya coba adalah bedak padat dari Mirabella yaitu Mirabella Two Way Cake UV. Berikut klaim yang tertulis di bagian belakang kemasannya:

Kombinasi bedak dan alas bedak dengan formula tahan lama menghasilkan tampilan warna yang lebih merata, halus dan lembut. Membantu menyempurnakan hasil riasan make up yang natural. Mengandung Titanium Dioxide sebagai UV filter yang membantu melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar UV. Mengandung Vitamin E sebagai antioksidan dan Jojoba Oil untuk menjaga kelembapan kulit.

Cara Pemakaian:

Ulaskan ke seluruh wajah dan leher secara merata. Gunakan spon kering untuk riasan natural atau dengan spon basah untuk riasan lebih tebal dan tahan lama.

Saya dapat warna 01 Porcelain Beige. Alhamdulillah warnanya cocok di kulit saya. Saya juga setuju dengan klaimnya yang menyatakan bahwa tampilan warna yang dihasilkan merata, tampak halus, lembut dan natural.

Kadang-kadang saya ada menemukan bedak yang susah sekali diaplikasikan ke muka. Susah dalam artian ditepok-tepok berapa kali pun tak ada efek 'pakai bedak'-nya. Atau bisa juga sebaliknya, diusap sedikit saja sudah dempul, hihihi.

Untunglah bedak Mirabella ini tidak begitu. Pengaplikasiannya terasa mudah bagi saya. Sama seperti Mirabella Kosmetik Lipstick, tidak perlu banyak polesan untuk mendapatkan klaim yang dijanjikan. Keren deh pokoknya, saya suka!

Mirabella Lip Cream Matte Expert...

The last but not least, produk berikutnya yang akan saya tuliskan kesan pertamanya adalah Mirabella Lip Cream Matte Expert. Saya dapat yang nomor 8 alias warna Plum. 

Errrr..., sebetulnya warna Plum bukanlah warna lip cream yang bakalan saya pilih. Saya kalau beli lip cream biasanya warnanya orange kecokletan atau semacam itulah, *katro mode on*. 

Kalau bukan FBB dan Mirabella yang kasih, saya mungkin tak akan pernah tahu bagaimana tampang saya ketika memakai lip cream dengan warna plum. Soalnya ketika saya coba, ternyata warnanya cocok. 

Padahal awalnya saya menduga tampang saya bakalan seperti nenek sihir karena memakai lip cream dengan warna segelap itu. Tapi ternyata tidak. Saya benar-benar tidak menyangka kalau ternyata warna plum tampak begitu bagus di bibir saya, hihihi, *ngaku-ngaku sendiri*.

Tidak ada klaim apapun yang tertulis di kemasannya. Tapi saya suka karena pengaplikasian lip cream ini juga begitu mudah. Kekentalannya *kayak adonan kue aja* pas. Sama sekali tidak belepotan bahkan untuk ukuran saya yang gagap make-up-an sekalipun. Kemudian ada sensasi seperti aroma buah-buahan gimana gitu setelah memakainya. Saya suka saya suka. Nah, saya jadi bingung mau pakai lipstick atau lip cream nya untuk ngantor hari ini, hihihi.

Penutup...

Oke, itulah kesan pertama saya setalah memakai ketiga produk di atas. Saya suka semuanya, tapi favorit saya adalah yang Mirabella Kosmetik Lipstick

Saya juga jadi kepo sama produk Mirabella yang lain dan langsung follow instagram-nya di @mirabellacosmetics

Harapan saya, semoga produk Mirabella bisa dengan mudah ditemukan di toko-toko kosmetik level kabupaten seperti tempat saya tinggal. Soalnya, kayaknya saya bakalan repurchase deh, *masukin wishlist*.

So, bagaimana dengan kalian? Punya cerita tentang produk dari Mirabella Kosmetik juga? Yuk dishare ;)

Komunitas Blogger Perempuan Banjarmasin 4rd Anniversary

Ulang Tahun Ke-4 Komunitas Blogger Perempuan Banjarmasin... 

Tanggal 6 Oktober kemarin, Komunitas Blogger Perempuan Banjarmasin atau yang lebih kita kenal dengan nama Female Blogger of Banjarmasin (FBB) sudah mencapai usia 4 tahun. Sebagai bentuk rasa syukur, FBB mengadakan rangkaian acara anniversary dengan mengusung tema "Unstoppable Creation".


Tidak tanggung-tanggung, acara anniversary tahun ini bertabur begitu baaanyak hadiah. Dengan didukung oleh 9 sponsor dan 1 media partner. Mereka adalah Mirabella Cosmetics, Gloskin Banjarmasin, Fave Hotel Banjarmasin, Clean Well Banjarmasin, Tupperware Palma Tika Raya, Kebabblasan Banjarmasin, Summber Bed and Breakfast, Ambeer.Le Hijab, 57 Kitchen serta My Radio Banjarbaru sebagai media partner. 

Ada giveaway, doorprize dan juga lomba blog yang dilaksanakan selama rangkaian acara berlangsung. Hadiahnya beragam, mulai dari voucher diskon dari berbagai produk sponsor, sampai uang tunai senilai jutaan rupiah.


[source: instagram @femaleblogger.bjm]

Salah satu dari rangkaian acara yang paling saya tunggu-tunggu adalah Pelatihan Fundamental SEO on Page oleh Irwin Andriyanto (masirwin.com), Founder dan Owner Tangerang Digital. Serta Pelatihan Optimalisasi Instagram untuk Influencer/Blogger/Reviewer oleh Niko Julius, pengusaha muda dan online enterpreuner, founder dari nikojulius.comKedua acara ini dilaksanakan pada tanggal 11 Oktober 2020 dari jam 09.45 sampai jam 12.45 WITA via aplikasi Zoom.


[source: instagram @femaleblogger.bjm]


Sebenarnya saya baru benar-benar bisa memastikan apakah bisa ikut acara ini atau tidak saat H-1. Waktu menjelang akhir tahun memang selalu menjadi waktu tersibuk untuk kantor saya. Tapi kasihan juga panitia jadi kelamaan menunggu keputusan saya seorang. So, akhirnya saya nekat mengonfirmasi untuk bisa ikut dengan konsekuensi ditanggung oleh saya sendiri, hohoho. 

Nah..nah..nah..waktu jadi  terasa seperti lewat begitu saja. Saya berusaha menyelesaikan semua deadline pekerjaan utama saya sebelum hari H. Fiuh...rasanya seperti bulan tersibuk dan terlelah saya sepanjang tahun ini. 


Ya, meskipun nanti acara jatuh pada hari minggu, tapi di situasi pandemi ini, kantor saya juga mengadakan kebijakan untuk melakukan pelayanan secara online demi meminimalisasi tatap muka dengan para pengunjung. Negatifnya, pelayanan online ini mengakibatkan orang-orang menjadi bebas menghubungi kapan saja tanpa peduli jam kerja, huhu, *jadi curcol*.


Oke, kembali ke acara ulang tahun Komunitas Blogger Perempuan pertama di Banjarmasin ini. Tanggal 11 Oktober yang ditunggu-tunggu pun tiba. Sayang saya tidak bisa menjadi yang hadir pertama di Zoom Meeting karena gadis kecil saya baru tertidur beberapa menit sebelum jam 10.00. Maka gagal lah rencana emaknya untuk bisa mendapat hadiah sebagai peserta tercepat yang hadir di online class, wkwkwk. 

Daaan, saya pun sudah siap duduk cantik di muka laptop dengan posisi ternyaman yang bisa saya lakukan sebagai ibu hamil yang lagi hamil tua. Ketika acara dimulai, ternyata ada masalah baru lagi yang muncul pemirsa-pemirsa. 


Setelah menikah, saya dan keluarga kecil saya pindah rumah ke Amsterdam. Bukan Amsterdam yang ada di negeri Belanda sana, tapi Amsterdam singkatan dari AMuntai Sedikit Te Ka Dalam, yang artinya sinyal internet di sana tidak sebagus di rumah orang tua saya dulu yang terletak di ibu kota kabupaten. 

Hu..hu..Zoom Meeting saya jadi putus nyambung. Saat lagi asyik-asyiknya mendengar penjelasan dari pemateri, eh, koneksi terputus. Saya koneksikan lagi, terus putus lagi. Hiks, jadi mau nangis rasanya. Bahkan meskipun kamera Zoom saya nyalakan, tapi gambar saya tidak muncul di laptop. Terpaksa saya nonaktifkan, takutnya saya tak nyadar lagi ngupil atau apa gitu kan jadi tak enak sama peserta lain yang kebetulan melihat, wkwkwk, *dikeplakmasa*. 

Saya jadi merindukan aplikasi Discord yang dulu juga pernah digunakan oleh Female Blogger of Banjarmasin untuk online class. Fitur aplikasi Discord mungkin tidak selengkap aplikasi Zoom karena waktu itu Discord hanya menggunakan fitur suara. Tapi Discord lebih friendly bagi saya yang tinggal di daerah dengan sinyal internet jelek, *jadi curcol lagi*.


Review Tentang Pelatihan Fundamental SEO On Page oleh Irwin Andriyanto...


[source: WAG FBB Unstoppable Creation]

So, meskipun saya kurang lancar mengikuti online class-nya, tapi setidaknya masih ada ilmu yang saya dapat dari para pemateri. Satu yang paling saya ingat dari kelas Fundamental SEO on Page adalah kalau sebaiknya kita tidak menghapus postingan lama dari blog kita. Kalau misalnya kita anggap postingan tersebut jelek, ya perbaiki, tapi jangan dihapus. 

Hohoho, ternyata begitu. Padahal saya baru saya men-draftkan beberapa postingan lama saya karena saya bertekad untuk memperbaiki setiap postingan yang ada di blog saya agar bisa menerapkan ilmu-ilmu SEO yang baru saya dapatkan akhir-akhir ini. 

Baiklah, mengingat jumlah postingan di blog saya sudah mencapai angka 900-an lebih, saya akan publish dan perbaiki kembali post-post tersebut, nanti, kapan-kapan lah, kalau ada waktu, *selfkeplak*.

Kemudian saya juga baru tahu kalau ternyata ada batas jumlah karakter untuk url, title dan decription postingan kita. Wah..wah..saya jadi malu karena selama ini saya tak pernah tahu hal tersebut dan membuat judul postingan yang panjangnya sekehendak hati, hahhah. 

Diakhir materi ini, ada doorprize bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri dengan benar. Terus ada juga hadiah untuk peserta dengan pertanyaan terbaik. 

Saya tak ikut dua-duanya karena saat peserta lain asyik menulis dan menjawab pertanyaan, saya masih berkutat dengan koneksi internet yang putus nyambung, hiks, *ngesot ke pojokan*.

Review Tentang Pelatihan Optimalisasi Instagram untuk Influencer/Blogger/Reviewer oleh Niko Julius...


[source: WAG FBB Unstoppable Creation]

Kelas kedua adalah materi Optimalisasi Instagram. Yang paling nempel di otak saya adalah saat pemateri bilang kalau bagus atau tidaknya konten yang kita upload di Instagram itu dinilai oleh orang yang melihat, bukan oleh kita. Wow, ini tepat sasaran banget nih ke saya, hahhah. 

Honestly, saya mulai ngambek menjadi bookstragammer karena foto saya belum pernah direpost oleh salah satu akun komunitas bookstragam, *blak-blakan banget yak, wkwkwk*, padahal saya rasa foto buku saya sudah instagrammable. 

Tapi bener seperti yang pemateri bilang, yang menilai kan mereka, bukan saya, hihihi. Oke deh, saya akan terus mempelajari foto buku seperti apa sih yang dianggap bagus oleh komunitas itu. Dan saya tak akan menyerah sampai foto saya berhasil direpost oleh mereka. Semangatttttt!!!!

Terus yang paling saya ingat dari kelas Optimalisasi Instagram ini juga adalah saat pemateri memperkenalkan aplikasi teleprompter yang bernama BIGVU. Wah, serius deh, saya baru pernah dengar istilah "telemprompter"  dan baru tahu kalau aplikasi itu ada, *baru keluar dari gua*. Keren banget aplikasinya, khusus untuk saya, sepertinya aplikasi ini bisa digunakan untuk latihan bicara di depan umum.

Sama seperti kelas pertama, di kelas kedua ini juga ada hadiah untuk peserta tercepat yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri dengan benar.

Penutup...


[source: WAG FBB Unstoppable Creation]

At last, acara Online Class hari itu ditutup dengan acara foto bersama secara virtual. Untunglah saat itu kamera Zoom saya mau bekerja sama. Wajah saya berhasil ikut ter-capture walaupun loadingnya lambat. Jadi niat awal maunya tersenyum, eh malah jadinya seperti sedang sakit gigi, wkwkwkwk.

Oh ya, semua peserta online class ini mendapatkan goodie bag dari Mirabella dan juga voucher diskon dari Ambeer.Le. Tuh keren kan acara anniversary-nya. Terima kasih untuk panitia, semua sponsor dan juga media partner yang sudah mendukung acara dan memberikan banyak hadiah untuk kami semua, *peluk satu-satu*.

Semoga tahun depan kita bisa berjumpa lagi di event ulang tahun Komunitas Blogger Perempuan Banjarmasin yang kelima ya. Amiiiin ^_^

Mual Saat Hamil? Mama’s Choice Pregnancy Supplement Solusinya

Kata orang, pengalaman hamil pertama dan yang selanjutnya bisa berbeda-beda. Itulah yang saya rasakan sekarang. Kehamilan pertama saya berjalan mulus dan lancar dari awal sampai lahiran. Memang ada mual sedikit saat trimester pertama tapi tidak sampai terlalu mengganggu aktivitas saya sebagai seorang istri sekaligus wanita kantoran.

Baca juga: 3 Cara Hilangkan Mual Saat Hamil

Dikehamilan yang kedua ini, mual saat hamil yang saya alami jauh lebih parah. Pada saat-saat tertentu, saya sampai tidak bisa bangkit dari tempat tidur. Mual saat hamilnya juga terkadang tidak hanya terjadi di pagi hari, tapi juga bisa sepanjang hari. Saya jadi lemas dan sangat perlu vitamin.

Sayangnya, saya bukanlah orang yang bisa menelan obat-obatan dengan mudah. Selalu ada “drama” yang mengiringi ketika saya berusaha untuk menelan obat.  Mulai dari obatnya nyangkut di leher sampai nyangkut di gigi juga pernah, hehehe. Saya sampai pernah nangis karena tidak kunjung-kunjung bisa menelan itu obat dan juga pernah berantem sama perawat karena perawatnya memaksa saya menelan obat yang tidak bisa saya telan, wkwkwk.

Baca juga: Apakah Mual Saat Hamil Berbahaya untuk Janin?

Momen saat saya mengenal produk Mama’s Choice Pregnancy Supplement adalah salah satu momen dalam hidup saya yang sangat saya syukuri. Bagaimana tidak? Supplement berbentuk serbuk minuman ini sangat cocok untuk saya yang selalu kesulitan menelan obat-obatan. Minumannya enak dan hangat sehingga meluncur mulus di kerongkongan saya yang biasanya menolak keras jika dilalui oleh obat-obatan.

Baca juga: 4 Fakta Mual dan Muntah Saat Hamil yang Wajib Mama Ketahui

Supplement ini juga mengandung jahe, vitamin B6 dan juga lemon. Jahe berfungsi untuk membantu mengurangi mual saat hamil, meningkatkan imunitas tubuh, serta meningkatkan nafsu makan. Vitamin B6 berfungsi untuk membantu meningkatkan metabolisme energi, pembentukan jaringan dan perkembangan otak bayi. Lemon berfungsi untuk melegakan tenggorokan dan melancarkan pencernaan.


Packaging produknya juga cantik, perpaduan antara warna pink dan putih. Honestly, pink itu warna favorit saya, hohoho. Selain itu, saya juga suka karena produk ini dikemas lagi dalam bentuk sachet jadi tidak berantakan dan takarannya pas.



Tuh, dari tampilannya saja sudah berasa kalau supplement ini bakalan nyegerin banget. Warnanya khas warna minuman yang mengandung jahe dan lemon. Hangatnya enak banget di leher saya sehingga rasa mual saat hamil ini langsung bablas.


Satu lagi yang paling saya suka dari Mama’s Choice Pregnancy Supplement ini adalah karena dia berbentuk minuman hangat, maka cocok sekali dijadikan teman untuk membaca buku sehingga saya bisa melewati fase mual saat hamil ini dengan lebih happy dan nyaman.


Berkat Mama’s Choice Pregnancy Supplement, satu kekhawatiran saya berkurang. Saya tidak khawatir lagi dengan “drama” minum obat yang selalu menghantui saya selama ini, hihihi.  Selain bisa #KurangiMual, supplement ini juga bisa #KurangiWorry para ibu hamil yang hamil di tengah pandemi Covid-19 seperti saya karena supplement ini juga mempunyai fungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, biasanya para ibu hamil dan ibu menyusui jadi sedikit parno jika ingin menggunakan produk-produk tertentu. Banyak pertanyaan yang mengiringi jika kita ingin memakai suatu produk. Seperti misalnya apakah produk ini boleh digunakan oleh ibu hamil atau ibu menyusui, apakah produk ini berbahaya bagi janin atau bayi dan sebagainya.

Nah, ibu hamil dan ibu menyusui sekarang tak perlu khawatir lagi karena produk-produk dari Mama’s Choice adalah #PilihanAmanMama. Selain Mama’s Choice Pregnancy Supplement, Mama’s Choice juga punya Stretch Mark Cream, Intensive Nipple Cream, Daily Protection Face Moisturizer SPF 23, Natural Toothpaste, Natural Mouthwash, Relaxing Massage Oil, Herbal Oil, Treatment Shampoo dan masih ada lagi.

Semua produk dari Mama’s Choice tersebut adalah produk yang dibuat khusus untuk ibu hamil dan menyusui dengan bahan aman, halal dan natural serta menyingkirkan bahan toksin berbahaya sehingga tidak membahayakan janin atau bayi. Produk-produk dari Mama’s Choice juga memiliki harga yang terjangkau sehingga para ibu hamil benar-benar bisa #KurangiWorry dengannya.

Sssst, sedikit bocoran nih ya, saya juga sudah mencoba produk Treatment Shampoo dari Mama’s Choice ini karena hidung sensitif bumil saya juga tidak bisa mencium bau shampoo yang biasa saya pakai. Saya bahkan sudah mencium semua aroma shampoo yang tersedia di minimarket dekat rumah, namun tidak ada yang wanginya tidak membuat saya mual.

Dan coba tebak, Treatment Shampoo dari Mama’s Choice ini wanginya sama sekali tidak membuat saya mual. Saya sampai kepingin koprol saking senangnya, hahhah. Saya berharap semoga Mama’s Choice nantinya bikin produk sabun mandi juga. Soalnya saya juga mual saat mencium wangi sabun mandi, hiks.

Oke, sekian cerita pengalaman saya setelah menggunakan produk-produk dari Mama’s Choice. Bagi mama-mama yang masih penasaran dengan produk-produk dari Mama’s Choice, bisa langsung kepoin Website Mama’s Choice di www.mamaschoice.id atau media sosial Mama’s Choice di Instagram @mamaschoiceid , Youtube Mama’s Choice dan Facebook Mama’s Choice.

Dan untuk para mama yang ingin membeli produk-produk #PilihanAmanMama dari Mama’s Choice, bisa langsung menuju ke Mama’s Choice Official Shop di Shopee ya. Ada voucher diskon Rp25.000,- untuk minimal pembelian sebesar Rp150.000,-. Caranya gampang, mama tinggal simpan kode voucher MAMAIRAM di menu Saya - Voucher saya - Masukkan kode voucher - ketikkan MAMAIRAM - klik Simpan. Jangan lupa waktu mengetik kode vouchernya pakai huruf besar semua ya. Voucher berlaku sampai tanggal 26 Juli 2020. Selamat berbelanja ya Moms, semoga kalian juga menyukai produk-produk dari Mama’s Choice.

Salam sehat untuk mama-mama di seluruh Indonesia, *peluk*.

Seleksi Penerimaan CPNS Tahun 2020: The Most Memorable Moment

Hai..hai..

Kali ini saya ingin menulis tentang momen-momen yang tidak terlupakan saat pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Penerimaan CPNS di Kabupaten Hulu Sungai Utara yang dilaksanakan pada tanggal 14 - 18 Februari 2020 kemarin.

Tes SKD ini dilaksanakan di Gedung Diklat Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dalam pelaksanaan kegiatan ini, saya bertugas sebagai panitia pemberian PIN peserta.

Oke, langsung saja, berikut The Most Memorable Moment versi saya selama pelaksanaan tes SKD kemarin.

1. Apa itu yang badugul?


Badugul adalah kata dalam Bahasa Banjar untuk kata "menonjol" dalam Bahasa Indonesia. Momen ini terjadi di pos penitipan barang, di mana panitia daerah yang bertugas di pos tersebut keceplosan ngomong dua bahasa dalam satu kalimat, lengkap dengan logat daerah Hulu Sungainya. Suasana di post penitipan barang yang awalnya serius berubah jadi penuh tawa karena masalah "bilingual" ini, hihihi.

Awalnya, peserta yang berada di pos penitipan barang diminta menitipkan semua barang yang dibawanya. Yang boleh dibawa masuk ke ruang tes hanyalah kartu peserta dan KTP. Saat panitia yang dimaksud melihat ada yang menonjol di saku peserta, maka otomatis beliau menanyakan apa itu.

Namun pertanyaan yang seharusnya diucapkan full dalam bahasa Indonesia "Apa itu yang menonjol?" atau full dalam bahasa banjar "Napa tuh nang badugul?" terucapkan ke dalam campuran bahasa Indonesia dan bahasa Banjar (plus logat) menjadi "Apa itu yang badugul?", wkwkwk.

Momen ini terasa sangat lucu sekali waktu itu. Dan kalau para panitia sedang beristirahat menunggu jam pergantian sesi, pasti ada yang nyeletuk "Apa itu yang badugul?" dan tawa pun kembali meledak mengingat momen lucu tersebut, hihihi.


2. Tolong semuanya dilepas!


Momen ini masih terjadi di post penitipan barang. Setelah post penitipan barang, para peserta akan melewati post pemeriksaan metal detector yang mengakibatkan para para peserta diminta untuk melepas dan menitipkan benda-benda logam yang mungkin masih mereka pakai seperti anting, kalung, gelang, arloji, ikat pinggang dsb.

Nah lucunya, di saat panitia lain hanya mengatakan, "Kalau ada benda logam tolong dilepas!" atau "Tolong gelang dilepas, arloji dilepas", ada panitia yang mengatakan "Tolong semuanya dilepas!", wkwkwkwk. Ngeri banget ya panitia yang ini, LOL!!!!

Sebenarnya kita paham sih ya apa maksudnya "Tolong semuanya dilepas!" itu. Tapi ada saja panitia lain yang usil membahas hal tersebut, hihihi.


3. Nonton bareng live skor para peserta tes


Jadi waktu itu adalah waktu tes sesi terakhir. Sebagian panitia sudah menyelesaikan tugasnya dan bisa meninggalkan pos-nya untuk menonton monitor yang menampilkan hasil live skor para peserta tes.


Di depan monitor itu juga ada keluarga dari para peserta. Maka terjadilah percakapan seru selama nonton bareng antara panitia dan keluarga peserta

Panitia 1: "Eh itu si anu peringkatnya naik."

Panitia 2: "Yah si itu jadi malah turun peringkatnya"

Keluarga peserta (Ibu-ibu): "Memang bagaimana cara kerjanya ini, Bu?

Panitia 1(nyerocos): "Ibu tinggal lihat nama anak ibu di layar. Layar ini menampilkan nilai dan peringkat anak ibu sampai saat ini. Siapa Bu namanya?

Keluarga peserta (Ibu-ibu): Itu yang namanya xxx.

Panitia 1: "Oh yang xxx. Ibu tak perlu khawatir. Sini duduk saja di kursi ini. Ibu banyak-banyak berdzikir. Insya Allah anak ibu lulus aja passing grade-nya. Tuh coba lihat peringkatnya naik, Bu. Selamat Bu. Sini Bu duduk sini." 

Keluarga peserta (ibu-ibu): "Anu, xxx itu bukan anak saya, tapi suami."

Wkwkwkwkwkwk...ngakak banget saya kalau ingat adegan ini. Untung si Panitia 1 ini orangnya super supel dan super pede. Dia langsung bermanuver, tidak peduli dengan kami-kami yang ngakak melihat sifat sotoynya. Dia langsung bilang "Oh suami ibu ya? Sini Bu duduk sini. Lihat itu nilai suami ibu naik lagi. Kekuatan doa seorang istri memang hebat Bu."

Mbuahahahahahahahahaha XD XD XD XD

4. Panitia kena prank diwaktu injury time.


Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 12.00 wita kurang beberapa menit. Suasana sudah tenang karena itu adalah waktu untuk sesi ketiga dan peserta tes untuk sesi tersebut sudah mulai memasuki ruang tes.

Namun, tiba-tiba terjadi keributan di pos registrasi. Ada peserta yang baru datang. Bagaikan terbang, salah satu panitia dari meja registrasi berlari membawa kartu peserta untuk discan barcodenya agar bisa mendapatkan pin.

Para panitia di pos pin pun panik, karena menurut jadwal, pemberian pin seharusnya sudah tertutup otomatis 5 menit sebelum waktu tes dimulai. Salah satu panitia pin pun berlari kencang menyambut tongkat kartu estafet tersebut dari panitia registrasi.

Panitia pin yang ada di meja registrasi dengan sigap menembak barcode yang ada di kartu tersebut dengan harapan peserta tersebut masih sempat diberikan pin. Sialnya, alat penyorot barcodenya tidak bereaksi. Belum menyerah, panitia pin pun mengetik manual nomor peserta yang panjang itu dan menekan tombol buat pin. Hasilnya tetap nihil. Aplikasi pemberian pin sudah terkunci.

Dengan muka loyo, panitia berusaha menghibur peserta yang juga tergopoh-gopoh lari menyusul kartu pesertanya yang sudah lebih dulu dibawa terbang panitia.

"Maafkan kami ya Dik. Adik tidak bisa lagi mengikuti ujian karena terlambat registrasi pin.".

"Iya Pak, tidak apa-apa Pak", kata si peserta.


"Adik dari mana? Jauh kah tempat tinggalnya?"


"Saya dari daerah xxx, Pak."


"Oh jauh ya. Kamu tidak datang lebih awal ya."


"Iya, Pak."


Dan tiba-tiba ada panitia lain yang nyeletuk,


"Nama kamu siapa? Kita cek dulu yuk, siapa tahu kamu salah lihat jadwal"


"Iya, Bu. Nama saya yyy, Bu."


"Dijadwal, peserta dengan nama yyy ikut tes di sesi IV."


"Iya, Bu. Saya memang ikut sesi IV, Bu.


Doeeeenggggggggg, semua panitia langsung tertawa. Saking semangatnya memberikan kesempatan kepada peserta untuk bisa mengikuti tes, panitia dari pos registrasi langsung panik ketika melihat ada peserta yang datang di waktu injury time tanpa sempat bertanya lagi ini peserta sebenarnya ikut sesi berapa. Sayang sekali tidak ada yang mengabadikan momen tersebut di video, wkwkwkwk.

Sampai sekarang, saya masih tertawa sendiri mengingat momen-momen di atas. Selalu ada kejadian lucu yang nyelip diantara seriusnya pelaksanaan seleksi CPNS.

At last, semoga proses seleksi penerimaan CPNS di Kabupaten Hulu Sungai Utara nanti berjalan lancar sampai seluruh prosesnya selesai. Semangat untuk para panitia dan peserta pejuang NIP!!!