,

FBB 3rd Anniversary #EventReport Plus #FirstImpression of Beauty Products by Wardah & Sarigading


Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamu'alaikum teman-teman...kali ini, saya ingin cuap-cuap tentang produk-produk kecantikan dari dua brand kecantikan terkenal, yaitu Wardah dan Sarigading. 

Produk-produk ini saya dapat dari events Female Blogger of Banjarmasin (FBB) 3rd Anniversary yangbaru saja berlangsung pada tanggal 13 Oktober 2019 kemarin di Cafe Nostalgia Banjarmasin. Event ini disponsori oleh dua brand kecantikan terkenal lo, yaitu Wardah dan Sarigading, keren.

Ngomong-ngomong, sedih sih ya karena saya tidak bisa hadir di acara tersebut. Tapi kesedihan saya sedikit terobati karena teman-teman FBB berbaik hati mengirimkan jatah goodie bag ke alamat saya nan jauh di mato ini. Gratis ongkir lagi, duuuh senangnyaaaaa, *sujudsyukur*.

Female Blogger of Banjarmasin 3rd  Anniversary




Nah, sebelum membahas isi goodie bag tadi, saya kepingin cerita sedikit nih tentang kesan saya mengenai acara FBB 3rd Anniversary yang hanya bisa saya lihat keseruannya dari media sosial, hiks, *nangis di pojokan*.

Sebenarnya saya tuh kepingin sekali ikut dan bertemu dengan teman-teman dari FBB yang selama ini hanya saya temui di dunia maya. Saya penasaran apakah nanti kalau ketemu, saya bakalan merasa seperti ketemu artis, wkkwkwk.

Yang paling membuat saya "ngiler" dari acara tersebut adalah tutorial make up dari pihak Wardah. Bagi saya yang kudet banget masalah beauty-beauty-an, tutorial make up dari para ahli semacam ini adalah sebuah ilmu yang sangat berharga. Saya kepingin banget berada di posisi Mbak Diah yang menjadi target make up nya. Setelah di make up Mbak Diah jadi semakin cantik..tik..tik. Saya suka saya suka.




Untungnya, teman-teman FBB mengabadikan momen tutorial make up tadi. Baik di highlight story IG FBB maupun di post khusus di blog pribadi mereka.  Alhamdulillah saya jadi bisa ikut juga menyerap ilmu make up tersebut dari sana. Thanks buat teman-teman yang sudah nge-share acara tutorial make up nya ini ya, *big hug*.

Terus, ada juga acara sharing pengalaman blogging dari para blogger FBB.  Kemudian ada juga acara bagi-bagi hadiah untuk peserta ter on time, dan ter- ter- lainnya. Terus ada juga acara potong kue dan makan bersama, plus karaoke-an. Duh, seandainya saja saya waktu itu ada di sana, pasti seru yak, hiks, *jadi sedih lagi*.

Eniwei, semoga suatu hari nanti saya bisa ikut memeriahkan acara ulang tahun FBB dan bisa ikut nangkring di foto bersama teman-teman FBB seperti di bawah ini. Aamiin.



Oke, kembali ke isi goodie bag tadi. Karena ini beauty goodie bag pertama saya, saya jadi excited banget buat mencoba dan menulis kesan saya tentang produk-produk ini. 

Apa saja sih produk-produknya? Oke, dari goodie bag Wardah, saya mendapatkan Sampel Wardah Perfect Bright Creamy Foam dan Wardah Complexion Blender. Dari goodie bag Sarigading, saya mendapatkan Ranum Sari Lulur Banjar Rice Milk dan Sekar Sirih Intimate Feminine Tissue.




Yuk mari kita kupas produknya satu-satu XD

1. Wardah Perfect Bright Creamy Foam




Kemasan:

Saya suka ukuran produk sampel ini, mungil. Dengan netto-nya yang cuma 10 ml, gampang banget dibawa kemana-mana. Cocok untuk saya yang masih hidup nomaden antara rumah sendiri, rumah ortu dan rumah mertua, *eh*. Sayang kemasan sample mungil seperti ini tidak untuk dijual.

Klaim yang tertulis di bagian belakang kemasan: 

Kombinasi ekstrak Licorice dan Vit B3 yang dikenal mencerahkan* serta menjaga kelembaban kulit wajah dikombinasikan dengan Mineral Clay yang dikenal baik sebagai oil absorber sehingga meminimalkan tersumbatnya pori-pori kulit yang mengakibatkan komedo.

Busa pembersih yang diformulasikan untuk tampilan akhir matte mengangkat kotoran dan minyak (sebum) berlebih di wajah. Kini kulit tampak bersih, segar dan cerah merona sepanjang hari.

*gunakan secara teratur bersama dengan rangkaian produk Wardah Perfect Bright Series lainnya.

Cara pakai yang tertulis di bagian belakang kemasan:

Basahi dengan air dan busakan di wajah. Pijat lembut dan bilas hingga bersih. Hindari daerah mata.

Kesan pertama saya setelah memakai Wardah Perfect Bright Creamy Foam:

Produk ini pertama kali saya pakai pada tanggal 17 Oktober 2019. Nah, sejak saat itu, saya selalu memakai produk ini setiap kali saya mandi, *uhuk*. Dan kesan pertama saya setelah memakainya adalah saya suka pake banget.

Saya suka teksturnya, baik sebelum maupun sesudah dibusakan. Kesan creamy-nya terasa pas dibusakan di wajah. Saya juga suka wanginya yang segar. Segarnya itu memberikan efek wajah yang langsung terasa bersih namun tetap terasa lembab.

Kesimpulan:

Kesan positif dari pemakaian pertama di atas membuat saya memutuskan untuk terus memakai produk ini sampai habis. Saya masih penasaran apakah klaimnya untuk meminimalkan minyak yang dapat mencegah munculnya komedo terbukti.

Saya juga masih penasaran apakah produk ini memang bisa mencerahkan wajah saya yang memiliki warna kulit cenderung gelap. Tapi untuk mendapatkan klaim kulit cerah ini, saya harus memakainya bersama rangkaian produk Wardah Perfect Bright Series lainnya ya? Oke lah, saya rasa product series ini layak dicoba.

Soalnya produk-produk dari Wardah always ready stock di toko-toko kosmetik di kota kecil seperti kota Amuntai tempat saya tinggal ini. 

Bagi saya, inilah nilai plus dari brand Wardah yang sulit disaingi oleh brand-brand lain yang seringnya menghilang alias tidak ready stock lagi disaat saya sedang cinta-cintanya dengan produk mereka *eaaaaa*.


2. Wardah Complexion Blender



Overview:

Saya tak pernah terpikir untuk menggunakan complexion blender walaupun terkadang gemas juga pengin beli gara-gara bentuknya yang lucu. Apalah saya yang tak pandai make up-an ini kepingin pakai complexion blender segala. Pakai spons biasa saja tak cakap saya menggunakannya, ahaha.

So, banyak terima kasih banget untuk Wardah yang akhirnya membuat kami berdua berjodoh, *eh*. Complexion blendernya lucu sangat pula. Warna tosca-nya unyu. Duh jadi ga sabar banget pengin nepok-nepokin ke muka.

Klaim yang tertulis di kemasan produk:

APA YANG KAMU DAPATKAN DARI COMPLEXION BLENDER?

Menghasilkan tampilan make up yang lebih merata, natural, dan menyatu dengan kulit.

Menghasilkan tampilan wajah yang tampak lebih halus dan glowing.

Make up lebih tahan lama.

***

EXCLUSIVE MATERIAL
Lembut, halus dan tahan lama

SPECIAL DESIGN
Didesain untuk aplikasi menyeluruh di wajah, bahkan yang sulit digapai

SMOOTH APLICATION
Aplikasi terasa halus dan mudah diratakan

CREATE THE PERFECT LOOK
Aplikasikan Foundation, BB Cream, dan complexion product lainnya untuk tampilan wajah yang sempurna

Cara pakai yang tertulis di kemasan produk:

Step 1 Ambil dan basahi Wardah Complexion Blender dengan air.

Step 2 Keringkan permukaan Wardah Complexion Blender dan aplikasian Wardah Exclusive Liquid Foundation, Creamy Foundation, atau Wardah BB Cream.

Step 3 Tepukkan Wardah Complexion Blender secara merata pada wajah.

Step 4 Bersihkan Wardah Complexion Blender dengan air setiap selesai digunakan lalu keringkan dan simpan pada kemasan untuk menjaga kebersihannya.

Step 5 Gunakan Wardah Exclusive Series lainnya untuk menyempurnakan tampilanmu.

Kesan pertama saya setelah menggunakan Wardah Complexion Blender

Sebenarnya, saya tak tahu untuk apa dan bagaimana cara menggunakan yang namanya complexion blender ini, *kudet parah*. Untunglah di dalam kemasannya ada flyer yang menjawab semua pertanyaan saya tadi, *nangisterharu*.

So, karena saya tak punya foundation ataupun BB Cream, saya menggunakan complexion blender ini untuk meratakan cushion di wajah saya.

Btw, ternyata asik juga ya pakai complexion blender ini. Empuk banget saat digunakan. Saya jadi ketagihan untuk menepok-nepokkannya di wajah saya. Jadi berasa kayak seorang profesional gimana gitu, ahaha, *ketauan katronya*. Hasilnya menurut saya juga sesuai klaim. IMO, cushion saya jadi tampak lebih menyatu di kulit. That's good.

So, apakah saya akan menggunakan complexion blender ini lagi setiap ingin mengaplikasikan cushion? Well, maybe yes maybe no.

Soalnya cara pakainya cukup ribet kalau menurut standar saya yang kebetulan adalah seorang working mom. Mungkin untuk make up an di akhir pekan atau kalau mau ke kondangan bisa lah ya. Tapi untuk make up  harian buat ke kantor mungkin saya perlu latihan dulu untuk bisa gercep, hihihi.

Tapi, diluar cara pakainya yang ribet, saya absolutely say yes untuk complexion blender dari Wardah ini. Luv..luv..luv.


3. Ranum Sari Lulur Banjar Rice Milk



Kemasan:

Kemasannya cantik, warnanya kayak gold atau olive gitu. Ukurannya tidak terlalu kecil, juga tidak terlalu besar. Diameternya pas di telapak tangan saya.

Klaim yang tertulis di pinggir kemasan:

Lulur dengan butiran scrub dari bahan natural yang terasa lembut di kulit untuk mengangkat kotoran dan sel-sel kulit mati sehingga kulit terasa lebih bersih dan halus. Mengandung ekstrak beras dan susu untuk merawat kelembaban dan kehalusan kulit.

Cara pemakaian yang tertulis di pinggir kemasan:

Oleskan lulur ke seluruh tubuh, gosok dan lakukan pemijatan ringan. Diamkan 5-10 menit, kemudian bilas dengan air bersih.

Kesan pertama saya setelah mencoba:

Sebenarnya, dari semua produk yang saya dapatkan dari goodie bag ultahnya FBB kemarin, saya paling senang karena dapat lulur. 

Soalnya, lulur sudah menjadi perlengkapan mandi wajib bagi saya menggantikan sabun. Somehow, saya tuh merasa lebih bersih kalau mandi pakai lulur ketimbang mandi pakai sabun, hohoho. 

Btw, saya tak khawatir kalau kulit saya kering ataupun terkelupas karena keseringan pakai lulur karena saya menggunakan hampir setiap jenis lulur kayak lulur mandi, *eh*. 

Ngomong-ngomong, saya baru tahu kalau ada produk lulur dari Sarigading. Gak sabar banget deh pengin mencoba. Dan setelah mencobanya....owowowowo....I love it.

Meskipun tidak ada klaim kalau lulur ini adalah lulur mandi, tapi saya tetap ngotot menggunakan lulur ini setiap mandi untuk menggantikan sabun, *bandel*.

Soalnya saya suka banget sama wanginya, khas, kayak wangi susu gitu. Mungkin aromanya terlalu kuat saat dipakai, tapi setelah dibilas dengan air, wanginya pas dan masih awet tercium setelah selesai mandi.

Klaimnya mengenai kandungan beras susu dan virgin coconut oil juga sukses membuat saya percaya kalau lulur ini memang bisa memberikan manfaat bawaan dari bahan-bahan alami ini yang sudah terkenal khasiatnya. Saya jadi merasa cantik alami gimana gitu setelah memakai lulur ini, ahaha, *kenakeplak*.

Ya..ya..ya.., saya memang suka sekali sama lulur dan sering gonta-ganti karena penasaran kepingin mencoba semuanya. 

Begitu juga dengan Lulur Ranum Sari ini. Saya penasaran sekali dengan varian lain. Saya sudah googling dan menemuka ada varian mentimun, exotic flower, rempah wangi, temu giring dan mungkin ada lagi yang lainnya. Tampilannya bikin ngiler semua. Absolutely, saya akan mengoleksi dan mencoba semua varian dari Lulur Ranum Sari ini, mbuahahaha.

Eniwei, saya belum mencek sih, tapi harapan saya semoga lulur ini bisa ditemukan dengan mudah di toko-toko kosmetik di Amuntai. Aamiin.


4. Sekar Sirih Intimate Feminine Tissue





Kemasan:

Standar sih ya kalau menurut saya, seperti tisu-tisu feminine lainnya. Warna hijau dominan untuk menampilkan kesan daun sirih serta stiker penutup di bagian tengah untuk menutupi lubang tempat mengambil tisu.

Klaim yang tertulis di bagian belakang kemasan:

Tisu khusus daerah kewanitaan yang berguna untuk membantu kebersihan area "V". Diperkaya ekstrak Daun Sirih dan Manjakani yang berfungsi sebagai Antibakterial. Serta kandungan ekstrak Olive Oil yang berfungsi sebagai Moisturizer dan Sun Flower Seed Oil yang berfungsi sebagai Antioksidan. Cocok digunakan setiap hari untuk menjaga kebersihan dan kesegaran area "V".

Cara pakai yang tertulis di bagian belakang kemasan:

Buka Stiker Penutup

Ambil tissue Sesuai kebutuhan


Usapkan lembut pada area organ intim anda


Tutup kembali dengan rapat setelah digunakan


Kesan pertama saya setelah mencoba:

Pertama, saya suka wanginya. Kedua, saya suka tingkat basahnya. Pas, tidak terlalu basah dan juga tidak terlalu kering.

Dan setelah dicoba, memang berasa segar. Saya jadi selalu menggunakannya di saat-saat yang diperlukan *uhuk*. 

Sayangnya isinya cuma 10 lembar, wkwkwk. Sebentar saja kemasan Sekar Sirih Intimate Feminine Wash saya sudah berasa tipis, *kode pengin minta lagi*, *kena keplak*.

Apakah saya akan terus menggunakannya? Mungkin ya, kalau tissue ini bisa dengan mudah ditemukan di toko-toko kosmetik di kota saya.

Btw, saya sudah googling dan ternyata Sekar Sirih dari Sarigading ini ada produk spray-nya. Haduh...saya jadi penasaran banget ingin mencoba. Doakan semoga bisa berjodoh yak, aamiiin, XD


***

At last, sekian post dari saya kali ini. Semoga bermanfaat dan bernilai ibadah. Sampai jumpa di post berikutnya yak. Dadaaaah.

Alhamdulillah ^^

3 Hal Di Luar Tupoksi yang Lazim Dikerjakan oleh Seorang Pranata Komputer Pertama di Unit Kerja

Tupoksi (tugas pokok dan fungsi), Pranata Komputer Pertama, dan unit kerja adalah istilah-istilah yang familiar bagi kita jika kita adalah seorang Aparatur Sipil Negara. Apalagi jika kita bekerja di bidang kepegawaian. Ya, kali ini saya ingin ngomong-ngomong tentang jabatan pranata komputer. Jabatan yang saat ini saya emban sebagai pegawai negeri sipil di salah satu instansi pemerintah daerah.

Pranata Komputer Pertama adalah nama salah satu jabatan bagi seorang Aparatur Sipil Negara. Pranata Komputer Pertama termasuk ke dalam rumpun Jabatan Fungsional. Jabatan Fungsional sendiri adalah sekelompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.

Jabatan Pranata Komputer Pertama diatur di dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 66/KEP/M.PAN/7/2003 tentang Jabatan Fungsional Pranata Komputer dan Angka Kreditnya. Selanjutnya diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 16 Tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit Pranata Komputer. Dan selanjutnya diatur lagi di dalam Peraturan Kepala Pusintek Nomor 01/SETKOM/HUMAS/2012 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angkat Kredit Pranata Komputer Di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. 

Meskipun tupoksi seorang pranata komputer sudah dituangkan secara jelas di dalam peraturan-peraturan di atas, tetapi seorang pranata komputer seringkali diberikan tugas yang berada di luar tupoksinya oleh atasan. Apa alasannya serta seberapa besar porsi tugas dari atasan tersebut akan saya bahas lain kali, hohoho.

Nah, apa sajakah tugas-tugas itu? Berikut 3 hal di luar tupoksi yang lazim dikerjakan oleh seorang pranata komputer di unit kerjanya masing-masing.


1. Jadi tempat konsultasi (+solusi) permasalahan komputer (+smartphone) dari A-Z layaknya seorang dokter.


Bisa dikatakan, tugas pertama ini hampir terjadi setiap hari. IMO, seharusnya menjadi konsultan IT ini dijadikan salah satu tupoksi resmi pranata komputer, haha.

Sebenarnya tupoksi permasalahan komputer ini ada di dalam Kepmenpan Prakom di atas tadi. Bunyi butir kegiatannya adalah Melakukan deteksi dan atau memperbaiki kerusakan sistem komputer dan atau paket program.  Terdengar berat kan yak? 

Nah, bagaimana kalau yang dikonsultasikan itu masalah yang remeh seperti bagaimana cara memunculkan ruler di aplikasi pengolah kata? 

Meskipun ada yang remeh seperti itu, tapi masalah konsultasi ini hampir terjadi setiap hari dan seringkali memakai waktu kerja pranata komputer yang bersangkutan.


2. Mengerjakan tupoksi khusus unit kerja tergantung di unit kerja mana dia ditempatkan


IMO, inilah yang menjadi momok paling menakutkan bagi seorang prakom, bahkan bagi setiap PNS. 

Biasanya, jika sebuah unit kerja memiliki sebuah tupoksi di mana tidak ada PNS dengan jabatan yang sesuai untuk mengerjakannya, maka setiap PNS yang tersedia, akan diperintahkan untuk mengerjakan tupoksi tersebut, tidak peduli apapun jabatannya.

Misalnya jika unit kerja tersebut membutuhkan seorang bendahara, sedangkan PNS dengan jabatan bendahara tersebut tidak ada orangnya, maka seorang pranata komputer sekalipun bisa diperintahkan oleh atasan untuk mengejarkan tugas bendahara tadi.

Nah, tugas bendahara ini bisa menyita seluruh waktu prakom sehingga dia tidak punya waktu lagi untuk mengerjakan tupoksinya sendiri. Duh, sedihnya.



3. Menjadi admin (+operator+pemegang program) untuk setiap aplikasi yang diluncurkan untuk keperluan unit kerja.



Setiap ada program dari sebuah unit kerja yang memerlukan aplikasi untuk penyelesaiannya, bisa dipastikan seorang pranata komputer lah yang ditunjuk untuk menjadi admin+operator aplikasi tersebut. Tidak peduli aplikasi tersebut tentang apapun itu. Mau aplikasi keuangan, kepegawaian, absensi, dan lain-lain.

Otomatis seorang pranata komputer tadi juga akan jadi pemegang program atau kegiatan yang berhubungan dengan aplikasi tersebut. 

Tapi untuk pranata komputer tingkat terampil, ada beberapa poin dari tugas nomor 3 ini yang bisa menjadi lahan angka kredit. Misalnya perekaman dan verifikasi data menggunakan aplikasi.

Nah, untuk pranata komputer tingkat ahli sedikit susah. Tapi untungnya masih ada. Seperti misalnya memverifikasi program, membuat petunjuk operasional, dan lain-lain. Meskipun tugas-tugas tersebut tidak se-urgent tugas mengelola aplikasi dan atau kegiatan itu sendiri, sehingga tupoksi utama prakomnya sendiri sering terabaikan dan prakom ahli tersebut tidak mendapatkan angka kredit dari tugasnya tersebut.


***

Oke sekian dulu curhatan penjabaran saya tentang 3 hal di luar tupoksi yang lazim dikerjakan oleh pranata komputer di unit kerjanya masing-masing berdasarkan pengalaman pribadi, *eh*. 

Nah, bagaimana dengan kalian, wahai para pranata komputer lain di luar sana? Mengalami hal yang sama? Yuk dishare! XD

Saya dan Rencana Bisnis Tanaman

Bismillahirrahmanirrahim...

Berawal dari semangat wirausaha yang meletup tiba-tiba setelah berhasil menjual beberapa buku koleksi pribadi saya, saya tiba-tiba kepingin menghasilkan uang dari hobi saya yang satunya, yaitu berkebun.

Pasalnya, tempat lain lain yang sering membuat saya kalap berbelanja selain toko buku adalah toko tanaman. Haduh ngiler banget deh pokoknya kalau melihat tanaman-tanaman itu berjejer indah. Jadi kepingin beli semuanya.

Namun, meskipun saya suka menanam ini itu di kebun kecil di depan rumah kami, tapi saya bukanlah seorang profesional. Saya penasaran sekali, bagaimana cara yang benar dalam menanam tumbuh-tumbuhan. Bagaimana supaya hasilnya jadi menarik seperti punya para penjual tanaman itu. Syukur-syukur saya nantinya bisa mengikuti jejak mereka.

Pertama-tama saya bertanya kepada Om Google. Dari sana, saya tahu kalau media tanam adalah hal penting yang harus disiapkan betul-betul sebelum melakukan penanaman. Saya pun mulai mencari-cari toko yang menjual media tanam secara online. Tapi karena ongkos kirimnya mahal, saya pun mengurungkan niat.

Sebetulnya, ada beberapa toko pertanian dan toko tanaman di Amuntai. Tapi takut salah beli media tanam, hihihi. Akhirnya saya bertanya kepada teman saya yang seorang penyuluh pertanian. Lewat beliau saya mendapat informasi toko mana yang menjual media tanam seperti yang saya inginkan.

Terus, saya juga dapat penyuluhan gratis tentang media tanam dari beliau. Ternyata kalau mau lebih bagus lagi, media tanam siap pakai itu dicampur dengan tanah top soil dengan perbandingan 1:1. Sebelumnya, pot atau polibag dilapisi dulu dengan pecahan bata atau genteng.

Sayangnya, toko yang menjual top soil ini hanya melayani pembelian dalam jumlah banyak, minimal 1 truck, wkwkwk. Tanpa pikir panjang, saya pun menyetujui untuk membeli 1 truck tanah sop soil tersebut.

Dan termyata, tanah 1 truck itu banyak juga yak, *kenakeplak*. Tetangga-tetangga saya langsung kepo tanah sebanyak itu mau diapain, hihihi.

Kakak saya lain lagi. Dia langsung kalap melihat tanah sebanyak itu dan langsung membeli tanaman ini itu. Oaalaah, itu tanah buat modal malah dipakai buat pribadi, wkwkwkwk.

Tapi tak apalah. Semoga rencana saya untuk menjual tanaman benar-benar terlaksana. Aamiin.

Wardah Everyday Luminous Two Way Cake #BeautyReview

Bismillahirrahmanirrahim...


Assalamu'alaikum teman-teman...

FYI, ini beauty review pertama saya, *tepok-tepok punggung sendiri*. Sebelumnya, saya tidak pernah kepikiran untuk membuat beauty review. Alasannya adalah karena saya ini orangnya tomboi. Saya baru serius memakai make-up setelah menikah. Sebelum-sebelumnya, saya pasrah saja dengan penampilan saya sebagaimana adanya, hahhah.

Terus itu juga lah yang menjadi alasan kenapa saya memilih produk bedak sebagai beauty review pertama saya. Yaaah, bedaklah yang selalu ada menemani saya sejak saya tak bisa make-up-an sampai sekarang. Dulu mah saya pakai bedak doang sudah berasa cantik kayak Miss Universe, ahaha, *dikeplak bareng*.

Oke langsung saja, di beauty review perdana saya ini, saya ingin mereview bedak Wardah Everyday Luminous Two Way Cake. Bedak ini mungkin bukan barang baru lagi yak. Tapi tetap saya review deh, buat kenang-kenangan, hihihi.

Orang yang berjasa mengenalkan saya dengan bedak ini adalah Mbak yang jualan kosmetik di lantai dua Pasar Amuntai. Apa nama toko kosmetiknya saya lupa, *kenakeplak*. Yang pasti, tokonya cukup besar dibandingkan toko kosmetik di sekitarnya. Terus juga berada di antara toko-toko yang jualan tas.

Waktu itu, sekitar bulan Januari 2019, saya baru saja ikut private make-up. Rencana saya ingin membeli make-up sesuai arahan guru private. Kalau tidak salah ingat mungkin ada sekitar 5 produk atau lebih yang harus saya beli. Eh ternyata kata Mbak yang jual kosmetik, buat apa memakai make-up berlapis-lapis kayak gitu. Kata beliau saya cukup memakai cushion sama bedak saja. Apa cushion-nya nanti akan saya review di post selanjutnya. Sedangkan bedaknya tentu saja adalah Wardah Everyday Luminous Two Way Cake yang untuk selanjutnya kita panggil Wardah Luminous saja, hehehe.

Terus masih menjadi misteri bagi saya kenapa Mbak-nya menawarkan Wardah Luminous versi refill. Mungkin beliau melihat tampang saya yang sudah mau pingsan gara-gara mendengar harga cushion, wkwkwk.

Kemudian, waktu beliau mengambilkan Wardah Luminous ini, dengan polosnya saya bilang kalau warna shade saya adalah Natural, bukan Ivory seperti yang beliau ambilkan. Eh ternyata saya salah lagi. Tanpa ba bi bu, si Mbak mengoleskan cushion (dengan shade Natural Beige) + Wardah Luminous Ivory ke tangan saya. "Nah", kata beliau. "Pas kan sama warna kulitmu?"

Doeengggg, setelah itu saya speechless. Kombinasinya memang pas dengan warna kulit saya yang kuning-kuning gelap, *apa sih*. Apalah saya ini, yang sok tau soal shade padahal level saya di dunia beauty baru cuma sebatas remah-remah roti, *ngesot ke pojokan*.

Oke, sekian curhatnya. Kita kembali ke review Wardah Luminous. Check this out yaaa.

Detail Produk

Nama: Wardah Everyday Luminous Two Way Cake
Varian: Refill
Shade: 03. Ivory
Netto: 12 g
Harga: Rp27.000,-
Diproduksi oleh: PT Paragon Technology and Innovation Industri Road IV Blok AG No. 4 Jatake Industrial Area Tangerang - Indonesia

Klaim, Cara Pakai, Komposisi


Kemasan

Saya tidak tau pasti apa warna kemasan Wardah Luminous ini. Mungkin hijau rada kebiruan gitu yak.

Begitu kotaknya dibuka, di dalamnya ada tempat bedak versi refill yang bulat dengan ukuran yang travel friendly kalau menurut saya. Di dalamnya tempat bedaknya ada spons dan juga plastik pembatas (atau apa yak namanya itu?) .

Karena ini versi refill, yang seharusnya diletakkan di wadah yang seharusnya, maka kesannya tentu saja rapuh. Tapi saya bandel sih, haha. Dengan alasan travel friendly (padahal plus kepingin hemat juga), saya memakai refill ini sebegitulah adanya. Pernah pecah sih sekali, tapi selain itu oke-oke saja asal kita hati-hati menjaganya, *uhuk*.

My Impression

Kesan pertama saya setelah mengaplikasikan Wardah Luminous ini adalah "Wow, saya jadi seperti memakai bedak", *kesan apa itu Ra*, *diguyur pake aer*.

Tapi serius loh, entah apa istilahnya di dunia beauty, ketika saya memakai bedak ini dalam sekali tepok, saya merasa seperti....yaaah....memakai bedak. Mungkin bisa dikatakan juga dengan kalimat "bedaknya terasa". Karena saya pernah memakai bedak yang tak berasa sama sekali, bukan dalam artian bedaknya ringan, tapi lebih ke arah tak ada efeknya.

Nah, IMO, Wardah Luminous ini ada efeknya. Selain itu, bedaknya juga mudah diratakan. Tapi ini kemungkinan karena efek serum dan cushion yang saya pakai sebelumnya. Kombinasi ketiga produk ini menuai komen positif dari rekan kerja di kantor. Yeah, Wardah Luminous berhasil melaksanakan tugasnya sebagai pelapis paling luar.

Kemudian soal menyerap bebas kilap sesuai klaimnya, lumayan lah. Soalnya di wajah saya, terutama di daerah pipi, si minyak masih nyelip mau tampil. Tapi kalau menyerap minyak, mungkin iya ya. Coz, ketika saya touch up, si minyak yang nyelip tadi langsung bablas.

Kesimpulan


Foto di atas adalah foto dua Wardah Luminous terakhir yang saya beli. Yang satunya sudah habis saya pakai. Dengan ini, saya sudah memakai empat refill Wardah Luminous Ivory sejak perkenalan pertama kami di atas.

Apakah saya akan repurchase lagi setelah Wardah Luminous keempat ini habis? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Soalnya baru saja terkena racun dari produk lain. Seandainya saja saya tidak terkena racun itu, saya pasti akan membeli Wardah Luminous ini lagi dan lagi karena saya adalah tipe yang setia, *uhuk*. Butuh racun yang sangat kuat untuk bisa membuat saya beralih dari satu produk ke produk lainnya.

Plusnya kalau menurut saya:
(+) 80% sesuai klaim
(+) Lebih hemat
(+) Travel friendly
(+) Wajah tidak kusam karena efek memakai bedaknya terlihat


Minusnya kalau menurut saya:
(-) Perlu ekstra hati-hati menjaganya kalau masih kekeuh kepingin pakai kemasan refill.
(-) Bedaknya tahan lama, tapi efek bebas kilapnya kurang bisa bertahan menghadapi serangan minyak dari wajah saya XD
(-) Somehow, kadang saya merasa bedak ini terlalu tebal padahal cuma menepok-nepok sedikit.


***
Okeh, sekian beauty review perdana saya. Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dan masih ketauan banget katronya, *menunduk malu*.

See you on my next post yaaaa. Daa daah \^_^/

Saya dan Ilmu Berdandan

Bismillahirrahmanirrahim

Dalam rangka menemani adik saya yang ingin belajar dandan untuk keperluan salah satu mata kuliahnya, maka saya pun nekat menghubungi adik kelas saya dulu yang sekarang sudah jadi MUA. Kenapa nekat? Yaa soalnya saya dulu terkenal tomboi dan sama sekali tidak bisa dandan, haha. Dan seperti yang sudah saya tebak, adik kelas saya tadi jadi terheran-heran dan memuji kesederhanaan saya dulu yang pede tampil polosan tanpa make up, hihihihi.

Dengan biaya Rp250.000 per-orang, saya dan adik saya yang sama-sama kudet soal make up pun menjalani sesi private make-up. Karena benar-benar newbie, saya sampai melongo dengan banjir informasi tentang tips dan trik memakai make up. Haduh mengingat berapa lapisan dan apa-apa saja namanya membuat saya puyeng, haha.

Yang saya ingat pun cuma sedikit. Langkah-langkah makeup-an yang saya ingat cuma yang berikut ini:

1. Bersihkan muka
2. Aplikasikan serum seperti memakai pelembab, tunggu hingga kering.
3. Aplikasikan primer, tunggu hingga kering.
4. Aplikasikan foundation, tepok-tepok sampai rata, tidak apa-apa kalau mau tebal.
5. Aplikasian highlight.
6. Aplikasikan bedak tabur, tepok-tepok sampai rata.
7. Lukis alis. Buat tiga titik. Satu sejajar cuping hidung ke arah atas menuju alis. Satu sejajar cuping hidung ke arah tengah alis. Satunya lagi sejajar cuping hidung ke arah ujung alis. Gambar alis mengikuti ketiga titik tadi. Isi dari tengah ke belakang. Dari tengah ke depan tinggal disikat. (kalau soal gambar alis ini saya belum bisa sampai sekarang, hiks).
8. Aplikasikan eyeshadow, warna yang paling tua dulu, baru warna yang kita inginkan.
9. Aplikasikan eyeliner.
10. Aplikasikan lipstik.

Oke, itu saja yang saya ingat, haha. Tapi lumayan sih ya, setelah ikut private make up ini dan mengaplikasikan apa yang bisa saya ingat, saya mendapatkan pujian dari rekan sekantor kalau saya makin cantik. Asiiiiik. Alhamdulillah.

Komputer Terkoneksi ke LAN Tapi Tidak Terkoneksi ke Internet #BuktiFisikPranataKomputer

Jadi, ceritanya bermula dari profesi saya yang adalah sebagai calon pranata komputer pertama di salah satu instansi pemerintah. Nah, sudah menjadi tugas saya untuk mendeteksi dan atau memperbaiki kerusakan yang berhubungan dengan sistem dan atau jaringan komputer di kantor.

Sepemahaman saya, kegiatan yang akan saya lakukan ini termasuk ke dalam butir kegiatan II.C.7 yaitu Melakukan Sistem Pencarian Kembali Sistem Jaringan Komputer. Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Pusat Statistik Nomor 16 Tahun 2008 tentang Petunjuk Teknis Penilaian Angka Kredit halaman 78, melakukan sistem pencarian kembali sistem jaringan komputer adalah kegiatan mengoperasikan sistem pemulihan komunikasi yang terganggu sesuai penyelesaian masalah yang telah ditentukan.

Nah, semua komputer di ruangan saya yang tergabung di jaringan yang tidak bisa terkoneksi ke internet. Anehnya, komputer tersebut terhubung ke LAN dan bisa melakukan pertukaran data antar sesama komputer yang terhubung di jaringan LAN tersebut.

Ngomong-ngomong, kalau masalahnya ada di jaringan, saya merasa menjadi seorang newbie, soalnya waktu kuliah saya tidak memilih jurusan jaringan.

Oke, kembali ke cerita. Saya benar-benar tidak punya ide tentang apa yang salah. Saya sudah googling dan mencoba tips ini itu yang disarankan oleh Mbah Google. Mulai dari mencek kabel dan mengutak-atik registry namun hasilnya tetap nihil.

Sampai akhirnya saya menemukan sebuah artikel yang sayangnya saya lupa apa url-nya. Dan coba tebak apa yang disarankan oleh artikel itu? Matikan modem dan nyalakan kembali. Saya coba dan oalaaaaaah, ternyata berhasil, wkwkwk. Alhamdulillah.

Dan hasil kerjaan saya tadi saya tuangkan ke dalam bukti fisik pranata komputer pertama untuk butir kegiatan II.C.7. Melakukan Sistem Pencarian Kembali Sistem Jaringan Komputer. Semoga bukti fisik dengan solusi yang sederhana ini juga diperhitungkan oleh tim penilai angka kredit, hihihi.

Silakan klik link Butir Kegiatan Pranata Komputer Pertama II.C.7. Melakukan Sistem Pencarian Kembali Sistem Jaringan Komputer berikut untuk melihat bukti fisiknya. Jika ada kekurangan dalam bukti fisik ini, feel free untuk memberitahu saya ya. Terima kasih (^_−)☆

Introducing My Roses

Seperti janji saya kemarin, setelah mengenalkan kebun, saya ingin mengenalkan para penghuninya. Yang pertama yang saya perkenalkan adalah tumbuhan yang selalu mendapat perhatian khusus dari saya. Soalnya tanaman ini, kalau saya bilang sih, sedikit manja :D 

Ini adalah salah satu tanaman yang membuat saya gregetan. Kalau ditinggal beberapa hari saja tanpa disiram atau ditengok-tengok, dia bakalan mulai menguning dan mati. Saya juga berkali-kali mencoba memperbanyak tanaman ini dengan cara stek batang, tapi tidak pernah berhasil. Oh ya satu lagi, waktu dibeli, bunganya besar-besar, tapi pas saya rawat sendiri, bunganya kecil-kecil. Tapi yang terakhir ini kayaknya masalah saya sendiri sih, hahhahh. Mungkin punya Mbak penjual ngerawatnya pakai pupuk ini itu. Kalau saya mah tanamannya cuma disiram air doang :D


Nah itu dia penampakan tanamannya. Tuh sekali lihat sudah tahu kan kalau tanaman ini namanya mawar. Setelah saya googling sebentar, ternyata mawar ini memiliki ratusan spesies. Saya tidak tahu punya saya termasuk spesies yang mana. Kalau diantara kalian ada yang tahu silakan beri tahu saya di kolom komentar ya :)

Gambar di atas itu adalah mawar merah saya yang umurnya paling tua diantara 4 mawar lainnya yang ada di kebun. Waktu pertama kali beli, pohonnya masih imut-imut dan bunganya besar-besar. Sekarang sepertinya terbalik. Pohonnya yang gede sedangkan bunganya kecil sekali. 

Oh ya saya dapat bisikan dari Mbak penjual bunga kalau bunga mawarnya mau gede, siram saja pohonnya sama air cucian beras. Baiklaaah. Sekarang bunga mawar ini rutin dapat asupan air cucian beras setiap hari. Semoga manjur.

Btw, ini si mawar merah bunganya mau mekar. Nanti saya posting deh kalau bunganya sudah mekar sepenuhnya. 


Yang di atas ini adalah gambar mawar kuning. Sebenarnya bunga mawar ini milik kakak saya. Tapi karena sekarang dia sedang sibuk, mawarnya tidak terurus. Jadi untuk sementara mawar ini pindah rumah dan berada dalam pengawasan saya (hahhhah, lebay). 

Sama seperti mawar merah, pohon mawar kuning ini mulai terlihat tinggi. Mungkin pohon ini harus dipotong ya biar tetap tampak imut-imut. Tapi saya selalu merasa sayang untuk memotongnya. Kalau tidak terpaksa, batang pohon mawar ini akan selalu saya biarkan tumbuh tinggi. Sepertinya saya perlu nasihat dari para pekebun mawar yak. Saya betul-betul blank bagaimana cara merawat mawar dengan benar. 

Ngomong-ngomong, mawar kuning ini juga mau berbunga. Asik banget ya. Semoga ntar mereka mekarnya barengan sama mawar merah.


Yang ketiga ini adalah gambar mawar merah muda. Mawar ini baru saja saya beli kira-kira setengah bulan yang lalu. Nah seperti inilah penampakan pohon mawar yang saya bilang imut-imut. Tapi melihat bagaimana nasib si merah dan kuning, sepertinya pohon imut ini tidak bakalan bertahan lama.

Nah, si merah muda ini juga mau berbunga. Aseeekk :D


Terakhir, adalah si mawar putih. Ini belinya barengan sama si merah muda. Kalau diperhatikan, mawar ini memiliki daun yang berbeda. Yang daun kecil-kecil itu kata Mbak penjual nanti menghasilkan bunga-bunga hijau. Saya kurang yakin bunga hijau yang dimaksud yang bagaimana.

Kata Mbaknya lagi, saya harus memilih, kalau saya fokus ingin membesarkan pohon dengan daun kecil, maka pohon dengan daun yang besar akan kalah. Padahal yang besar bunganya ntar bakalan mawar yang warnanya putih. Nah lo. Saya jadi bingung >.<


Oke sekian dulu perkenalan pohon mawar saya. Semoga mereka berempat berumur panjang ya :)

Kalau kalian punya mawar juga, yuk dishare \^_^/