Wardah Everyday Luminous Two Way Cake #BeautyReview

Bismillahirrahmanirrahim...


Assalamu'alaikum teman-teman...

FYI, ini beauty review pertama saya, *tepok-tepok punggung sendiri*. Sebelumnya, saya tidak pernah kepikiran untuk membuat beauty review. Alasannya adalah karena saya ini orangnya tomboi. Saya baru serius memakai make-up setelah menikah. Sebelum-sebelumnya, saya pasrah saja dengan penampilan saya sebagaimana adanya, hahhah.

Terus itu juga lah yang menjadi alasan kenapa saya memilih produk bedak sebagai beauty review pertama saya. Yaaah, bedaklah yang selalu ada menemani saya sejak saya tak bisa make-up-an sampai sekarang. Dulu mah saya pakai bedak doang sudah berasa cantik kayak Miss Universe, ahaha, *dikeplak bareng*.

Oke langsung saja, di beauty review perdana saya ini, saya ingin mereview bedak Wardah Everyday Luminous Two Way Cake. Bedak ini mungkin bukan barang baru lagi yak. Tapi tetap saya review deh, buat kenang-kenangan, hihihi.

Orang yang berjasa mengenalkan saya dengan bedak ini adalah Mbak yang jualan kosmetik di lantai dua Pasar Amuntai. Apa nama toko kosmetiknya saya lupa, *kenakeplak*. Yang pasti, tokonya cukup besar dibandingkan toko kosmetik di sekitarnya. Terus juga berada di antara toko-toko yang jualan tas.

Waktu itu, sekitar bulan Januari 2019, saya baru saja ikut private make-up. Rencana saya ingin membeli make-up sesuai arahan guru private. Kalau tidak salah ingat mungkin ada sekitar 5 produk atau lebih yang harus saya beli. Eh ternyata kata Mbak yang jual kosmetik, buat apa memakai make-up berlapis-lapis kayak gitu. Kata beliau saya cukup memakai cushion sama bedak saja. Apa cushion-nya nanti akan saya review di post selanjutnya. Sedangkan bedaknya tentu saja adalah Wardah Everyday Luminous Two Way Cake yang untuk selanjutnya kita panggil Wardah Luminous saja, hehehe.

Terus masih menjadi misteri bagi saya kenapa Mbak-nya menawarkan Wardah Luminous versi refill. Mungkin beliau melihat tampang saya yang sudah mau pingsan gara-gara mendengar harga cushion, wkwkwk.

Kemudian, waktu beliau mengambilkan Wardah Luminous ini, dengan polosnya saya bilang kalau warna shade saya adalah Natural, bukan Ivory seperti yang beliau ambilkan. Eh ternyata saya salah lagi. Tanpa ba bi bu, si Mbak mengoleskan cushion (dengan shade Natural Beige) + Wardah Luminous Ivory ke tangan saya. "Nah", kata beliau. "Pas kan sama warna kulitmu?"

Doeengggg, setelah itu saya speechless. Kombinasinya memang pas dengan warna kulit saya yang kuning-kuning gelap, *apa sih*. Apalah saya ini, yang sok tau soal shade padahal level saya di dunia beauty baru cuma sebatas remah-remah roti, *ngesot ke pojokan*.

Oke, sekian curhatnya. Kita kembali ke review Wardah Luminous. Check this out yaaa.

Detail Produk

Nama: Wardah Everyday Luminous Two Way Cake
Varian: Refill
Shade: 03. Ivory
Netto: 12 g
Harga: Rp27.000,-
Diproduksi oleh: PT Paragon Technology and Innovation Industri Road IV Blok AG No. 4 Jatake Industrial Area Tangerang - Indonesia

Klaim, Cara Pakai, Komposisi


Kemasan

Saya tidak tau pasti apa warna kemasan Wardah Luminous ini. Mungkin hijau rada kebiruan gitu yak.

Begitu kotaknya dibuka, di dalamnya ada tempat bedak versi refill yang bulat dengan ukuran yang travel friendly kalau menurut saya. Di dalamnya tempat bedaknya ada spons dan juga plastik pembatas (atau apa yak namanya itu?) .

Karena ini versi refill, yang seharusnya diletakkan di wadah yang seharusnya, maka kesannya tentu saja rapuh. Tapi saya bandel sih, haha. Dengan alasan travel friendly (padahal plus kepingin hemat juga), saya memakai refill ini sebegitulah adanya. Pernah pecah sih sekali, tapi selain itu oke-oke saja asal kita hati-hati menjaganya, *uhuk*.

My Impression

Kesan pertama saya setelah mengaplikasikan Wardah Luminous ini adalah "Wow, saya jadi seperti memakai bedak", *kesan apa itu Ra*, *diguyur pake aer*.

Tapi serius loh, entah apa istilahnya di dunia beauty, ketika saya memakai bedak ini dalam sekali tepok, saya merasa seperti....yaaah....memakai bedak. Mungkin bisa dikatakan juga dengan kalimat "bedaknya terasa". Karena saya pernah memakai bedak yang tak berasa sama sekali, bukan dalam artian bedaknya ringan, tapi lebih ke arah tak ada efeknya.

Nah, IMO, Wardah Luminous ini ada efeknya. Selain itu, bedaknya juga mudah diratakan. Tapi ini kemungkinan karena efek serum dan cushion yang saya pakai sebelumnya. Kombinasi ketiga produk ini menuai komen positif dari rekan kerja di kantor. Yeah, Wardah Luminous berhasil melaksanakan tugasnya sebagai pelapis paling luar.

Kemudian soal menyerap bebas kilap sesuai klaimnya, lumayan lah. Soalnya di wajah saya, terutama di daerah pipi, si minyak masih nyelip mau tampil. Tapi kalau menyerap minyak, mungkin iya ya. Coz, ketika saya touch up, si minyak yang nyelip tadi langsung bablas.

Kesimpulan


Foto di atas adalah foto dua Wardah Luminous terakhir yang saya beli. Yang satunya sudah habis saya pakai. Dengan ini, saya sudah memakai empat refill Wardah Luminous Ivory sejak perkenalan pertama kami di atas.

Apakah saya akan repurchase lagi setelah Wardah Luminous keempat ini habis? Jawabannya bisa ya bisa tidak. Soalnya baru saja terkena racun dari produk lain. Seandainya saja saya tidak terkena racun itu, saya pasti akan membeli Wardah Luminous ini lagi dan lagi karena saya adalah tipe yang setia, *uhuk*. Butuh racun yang sangat kuat untuk bisa membuat saya beralih dari satu produk ke produk lainnya.

Plusnya kalau menurut saya:
(+) 80% sesuai klaim
(+) Lebih hemat
(+) Travel friendly
(+) Wajah tidak kusam karena efek memakai bedaknya terlihat


Minusnya kalau menurut saya:
(-) Perlu ekstra hati-hati menjaganya kalau masih kekeuh kepingin pakai kemasan refill.
(-) Bedaknya tahan lama, tapi efek bebas kilapnya kurang bisa bertahan menghadapi serangan minyak dari wajah saya XD
(-) Somehow, kadang saya merasa bedak ini terlalu tebal padahal cuma menepok-nepok sedikit.


***
Okeh, sekian beauty review perdana saya. Mohon maaf kalau masih banyak kekurangan dan masih ketauan banget katronya, *menunduk malu*.

See you on my next post yaaaa. Daa daah \^_^/

Introducing My Roses

Seperti janji saya kemarin, setelah mengenalkan kebun, saya ingin mengenalkan para penghuninya. Yang pertama yang saya perkenalkan adalah tumbuhan yang selalu mendapat perhatian khusus dari saya. Soalnya tanaman ini, kalau saya bilang sih, sedikit manja :D 

Ini adalah salah satu tanaman yang membuat saya gregetan. Kalau ditinggal beberapa hari saja tanpa disiram atau ditengok-tengok, dia bakalan mulai menguning dan mati. Saya juga berkali-kali mencoba memperbanyak tanaman ini dengan cara stek batang, tapi tidak pernah berhasil. Oh ya satu lagi, waktu dibeli, bunganya besar-besar, tapi pas saya rawat sendiri, bunganya kecil-kecil. Tapi yang terakhir ini kayaknya masalah saya sendiri sih, hahhahh. Mungkin punya Mbak penjual ngerawatnya pakai pupuk ini itu. Kalau saya mah tanamannya cuma disiram air doang :D


Nah itu dia penampakan tanamannya. Tuh sekali lihat sudah tahu kan kalau tanaman ini namanya mawar. Setelah saya googling sebentar, ternyata mawar ini memiliki ratusan spesies. Saya tidak tahu punya saya termasuk spesies yang mana. Kalau diantara kalian ada yang tahu silakan beri tahu saya di kolom komentar ya :)

Gambar di atas itu adalah mawar merah saya yang umurnya paling tua diantara 4 mawar lainnya yang ada di kebun. Waktu pertama kali beli, pohonnya masih imut-imut dan bunganya besar-besar. Sekarang sepertinya terbalik. Pohonnya yang gede sedangkan bunganya kecil sekali. 

Oh ya saya dapat bisikan dari Mbak penjual bunga kalau bunga mawarnya mau gede, siram saja pohonnya sama air cucian beras. Baiklaaah. Sekarang bunga mawar ini rutin dapat asupan air cucian beras setiap hari. Semoga manjur.

Btw, ini si mawar merah bunganya mau mekar. Nanti saya posting deh kalau bunganya sudah mekar sepenuhnya. 


Yang di atas ini adalah gambar mawar kuning. Sebenarnya bunga mawar ini milik kakak saya. Tapi karena sekarang dia sedang sibuk, mawarnya tidak terurus. Jadi untuk sementara mawar ini pindah rumah dan berada dalam pengawasan saya (hahhhah, lebay). 

Sama seperti mawar merah, pohon mawar kuning ini mulai terlihat tinggi. Mungkin pohon ini harus dipotong ya biar tetap tampak imut-imut. Tapi saya selalu merasa sayang untuk memotongnya. Kalau tidak terpaksa, batang pohon mawar ini akan selalu saya biarkan tumbuh tinggi. Sepertinya saya perlu nasihat dari para pekebun mawar yak. Saya betul-betul blank bagaimana cara merawat mawar dengan benar. 

Ngomong-ngomong, mawar kuning ini juga mau berbunga. Asik banget ya. Semoga ntar mereka mekarnya barengan sama mawar merah.


Yang ketiga ini adalah gambar mawar merah muda. Mawar ini baru saja saya beli kira-kira setengah bulan yang lalu. Nah seperti inilah penampakan pohon mawar yang saya bilang imut-imut. Tapi melihat bagaimana nasib si merah dan kuning, sepertinya pohon imut ini tidak bakalan bertahan lama.

Nah, si merah muda ini juga mau berbunga. Aseeekk :D


Terakhir, adalah si mawar putih. Ini belinya barengan sama si merah muda. Kalau diperhatikan, mawar ini memiliki daun yang berbeda. Yang daun kecil-kecil itu kata Mbak penjual nanti menghasilkan bunga-bunga hijau. Saya kurang yakin bunga hijau yang dimaksud yang bagaimana.

Kata Mbaknya lagi, saya harus memilih, kalau saya fokus ingin membesarkan pohon dengan daun kecil, maka pohon dengan daun yang besar akan kalah. Padahal yang besar bunganya ntar bakalan mawar yang warnanya putih. Nah lo. Saya jadi bingung >.<


Oke sekian dulu perkenalan pohon mawar saya. Semoga mereka berempat berumur panjang ya :)

Kalau kalian punya mawar juga, yuk dishare \^_^/

Introducing My Garden

Post perdana untuk nama blog baru :D

Kali ini saya mencoba untuk menulis tentang hobi saya yang lain yaitu berkebun. Semoga bisa membuat saya rajin update di blog ini. 

Di post perdana ini, saya ingin mengenalkan kebun kecil saya di depan rumah. Kalau dari perkiraaan sotoy saya sih kebun ini luasnya cuma 2 x 1,5 meter. Terdiri dari kebun sebelah timur (atas) sama sebelah barat (bawah). 
   




Eh, maaf, yang sebelah barat gambarnya kurang jelas. Saya orangnya agak pemalu. Jadi rada kurang pede jeprat-jepret halaman rumah sendiri, malu sama tetangga-tetangga kepo :D

Oke, kembali ke kebun kecil saya. Ruang kosong di kebun ini jadi rebutan. Pelaku utamanya adalah ayah, mama, saya, dan tante. Ayah ngotot kalau halaman depan rumah ini harus ditanami pohon-pohon buah. Mama pengen kebun kecil ini penuh dengan bumbu-bumbu dapur plus apotik hidup. Saya berhasrat menjadikan kebun ini kebun bunga warna-warni yang harum. Sedangkan tante, yang paling parah, ingin menanam semua tanaman yang bisa ditanam :D. Seakan belum cukup, para pemeran pendamping, yaitu saudari-saudari saya, sewaktu-waktu, insting berkebunnya kambuh dan ikut meramaikan kebun kecil itu.

Karena kebun ini sudah ada jauh sebelum saya lahir, ditambah masing-masing pihak ingin menanam ini itu, jadilah kebun ini seperti hutan hujan tropis kecil. Tidak teratur dan penuh sesak. Saya sudah berusaha untuk menata kebun ini biar rapi. Tapi sepertinya tidak mungkin. Jadi kalau ada yang bertanya kenapa kebun ini dibiarkan seperti itu. Saya hanya bisa menjawab kalau konsepnya memang sengaja dibuat seperti hutan :D

Sekarang ayah sudah tiada. Mama dan tante sudah mulai malas merawat tanaman (tapi masih sering request tanam ini itu). Kakak-kakak saya sudah menikah (tapi tidak punya kebun dan masih sering menitipkan tanamannya di kebun kecil). Jadi sekarang saya yang diserahi tanggung jawab untuk merawat kebun kecil itu. Alasan mama terdengar sedikit mencurigakan. Kata mama sih hanya saya yang punya tangan ajaib. Kalau saya yang menanam, maka tanaman apa saja selalu tumbuh subur. Yeah, somehow saya yakin itu cuma alasan mama :D

Nah, rencananya, setelah mengenalkan kebunnya, saya ingin mengenalkan tanamannya satu persatu. Masih banyak dari tanaman-tanaman itu yang saya tidak tahu namanya. Saya bahkan tidak tahu bagaimana cara merawat mereka dengan benar. Semoga dengah sharing di blog ini, ada para profesional yang bisa memberitahu saya bagaimana cara merawat mereka dengan baik.

Oke, sampai disini dulu deh perkenalan kebunnya. Sampai jumpa di postingan berikutnya yaaa. Selamat berkebun  \^_^/

Computer Science for Books

Well...well...well...

Sudah setahun lebih blog ini tidak update. Rencananya sih mau rutin update sebagai resolusi tahun 2014. Ternyata hampir sepanjang tahun 2014 blog nya tidak update-update juga, huehehehe.

Jadi keingat sejarah dibuatnya blog ini. Dulu blog ini dibuat sebagai tugas kuliah Pengelolaan Lingkungan Lahan Basah waktu saya kuliah di Program Studi Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Lambung Mangkurat. Dosennya waktu itu meminta kami untuk melaporkan hasil pengamatan di dalam blog.

Selesai mata kuliah itu, selesai jugalah riwayat update-an blog ini. Mau dihapus sayang juga. Sempat berpikir untuk mengisi blog ini dengan topik Computer Science, seperti nama program studi yang saya ambil waktu kuliah.

Ternyata tidak berhasil juga. Saya jadi berpikir-pikir bagaimana caranya supaya saya punya bahan untuk update blog ini. Bahkan dengan subject favorit saya waktu sekolah pun tidak berhasil. Saya paling favorit sama pelajaran matematika dan ilmu pengetahuan alam. Bahkan sampai kuliah pun ambil fakultas itu dengan majoring  di Computer Science.

Dibandingkan dengan blog saya yang satunya Ira Book Lover, blog ini kalah jauh. Ya, saya memang favorit sama pelajaran matematika dkk, tapi saya juga pecinta buku. Jelas lah saya lebih memilih menghabiskan waktu luang saya dengan menulis tentang buku dibanding membuat post tentang kalkulus atau membuat program *selfkeplak*.

Nah, sebelumnya, nama blog ini adalah Ira Computer Science, supaya matching sama blog yang satunya, Ira Book Lover. Karena tidak ada kemajuan, saya pun memutuskan untuk mengkhususkan ilmu Computer Science saya untuk buku. Biar lebih semangat sih rencananya. Terus mulainya di awal tahun 2014 sebagai resolusi tahun baru. Dan ternyata gagal juga. Huehehe.

Seandainya saja saya punya pekerjaan yang cocok sama Computer Science for Books, mungkin blog ini akan update terus. Yaah...kita lihat saja nanti. Sementara ini, isi blognya banyakan OOT sih. Semoga saya bisa beneran mengisi blog ini dengan Computer Science for Books untuk mengaplikasikan subject favorit saya ke hobi membaca saya. Amiin :D



, , ,

SISTEM INFORMASI JUAL BELI #1

Hmmm...saya pikir saya perlu sebuah sistem informasi untuk mengatur penjualan saya. Try to make it seperti waktu kuliah dulu. Tapi tentu saja dalam versi yang jauh lebih simple dan santai :D

Ok, here we go:

Pertama, saya akan menyusun alur pengembangan sistem. Dimulai dari:

  1. Analisis permasalahan;
  2. Analisis kebutuhan sistem;
  3. Perancangan sistem;
  4. Coding; dan
  5. Testing.
dengan jadwal sebagai berikut:



Dihari pertama ini saya akan membuat analisis permasalahan dan analisis kebutuhan sistem.

ANALISIS PERMASALAHAN

Analisis permasalahan merupakan langkah untuk memahami permasalahan serta tindakan yang dilakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut.

Permasalahan

Saya menjual beberapa barang secara langsung. Pembayaran bisa dilakukan oleh pembeli secara langsung 1 kali bayar dan boleh juga dalam 5 kali bayar dalam jangka waktu 5 bulan. 

Permasalahan terjadi saat pembayar yang membayar belanjaannya dalam waktu 5 bulan. Sering kali pembeli yang sama membeli beberapa barang di bulan yang berbeda. Pembeli sering menanyakan berapa total belanjaan yang harus dibayarnya setiap bulan..

Permasalahan-permasalahan tersebut bisa didefinisikan sebagai berikut:
  1. Permasalah dalam menghitung total belanja yang belum dibayar pembeli tersebut.
  2. Permasalahan dalam melihat sudah berapa kali pembeli tersebut membayar barang-barang belanjaannya.
  3. Permasalahn dalam melihat berapa keuntungan yang di dapat dari penjualan tersebut.
Penyelesaian Permasalahan dengan Sistem Informasi Jual Beli Sijuli

Sistem informasi yang dibuat selanjutnya akan disebut Sijuli. Sijuli akan menghasilkan informasi berapa total belanja yang belum dibayar oleh si pembeli. Sistem informasi ini  juga dapat menghasilkan informasi berapa kali pembayar tersebut sudah membayar. Termasuk informasi apakah belanjaan pembeli tersebut sudah dibayar lunas dan histori belanja pembeli tersebut. Sebagai tambahan, sistem informasi ini juga dapat memberikan informasi mengenai barang-barang yang selama ini telah telah terjual beserta jumlahnya. Karena barang yang diinginkan pembeli langsung dipesan, maka tidak ada stok data barang. Sistem ini juga dapat menghasilkan informasi berapa keuntungan yang diperoleh dari setiap barang.

Pada awalnya Sijuli akan menerima masukan data pembeli dan data barang yang dibeli oleh pembeli dan data transaksi. Data pembeli terdiri dari id pembeli dan nama pembeli. Data barang terdiri dari id barang, nama barang, harga barang, dan referensi barang. Data transaksi terdiri dari id transaksi, tanggal pemesanan, tanggal barang datang, tanggal bayar, dan jumlah bayar.

Dari ketiga kelompok data ini, Sijuli akan mengolah dan menghasilkan informasi seperti yang diharapkan di atas.

ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM

Analisis kebutuhan sistem merupakan langkah untuk mengumpulkan dan mendefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh sistem yang akan dibangun.

Sumber Data

Sumber data yang diperlukan Sijuli adalah berupa data internal. Data internal merupakan data yang disimpan dalam satu atau beberapa tempat dalam suatu organisasi. Data ini mengenai orang, produk, servis, dan proses. 

Didalam sistem ini data internal-nya berupa data pembeli dan data barang yang dibeli oleh pembeli dan data transaksi.

Kebutuhan Fungsional Sistem

Kebutuhan fungsional sistem berkaitan dengan fitur perangkat lunak yang ingin dibuat. Di dalam sistem ini kebutuhan fungsionalnya adalah:
  1. Adanya fitur untuk menginput data pembeli, data barang dan data transaksi.
  2. Adanya fitur untuk menghasilkan informasi pembeli beserta data barang yang dibelinya dan transaksi yang telah dilakukannya.
  3. Adanya fitur untuk menampilkan data barang yang sudah terjual beserta jumlahnya.


Yap, cukup untuk hari ini. Besok insya Allah kita lanjutkan dengan perancangan kebutuhan sistem. 

See yaa ^_^



, ,

BERBAGI KEBERSAMAAN DENGAN TANGO #HANDINHAND

Aku punya momen tentang indahnya berbagi. Di sebuah desa bernama Cabi, yang terletak di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Sekitar dua setengah jam dari ibu kota provinsi, Banjarmasin.

Di sana aku baru menyadari betapa sederhananya berbagi itu. Peristiwa yang awalnya membuatku merengut, namun akhirnya membuatku tersenyum.

Kenangan ini terjadi dua tahun yang lalu. Ketika aku harus melewatkan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sana selama 1 bulan.

Sekilas aku yakin aku akan baik-baik saja. Tidak seperti desa lain, akses ke desa Cabi sangat mudah. Desa Cabi terletak di pinggir jalan menuju ibu kota provinsi. Aku pikir, untuk ukuran desa yang mudah di akses, Cabi tidak mungkin kekurangan apa-apa.

Namun, tahukah kawan apa masalah di sana? Air. Ya, air. Mereka kekurangan air di sana. Mengherankan. Sebagai anak Kalimantan, aku bangga karena Kalimantan terkenal dengan hutan dan sungainya. Aku terlahir di daerah Hulu Sungai. Daerah di mana sungai mengalir seakan tak berujung. Menganak tak terhitung. Ditambah dengan rawa luas sejauh mata memandang.

Tapi tidak di Cabi. Sebulan aku di sana, hanya sehari aku menemukan hujan. Cabi merupakan daerah perkebunan karet yang panas. Hari pertama aku di sana, orang-orang mengantri bak ular di satu-satunya sumur yang tidak pernah kering. Sumur itulah yang menjadi tumpuan hidup warga yang tidak mampu membangun sumur sendiri. Desa itu belum terjangkau PDAM.

Aku yang terbiasa dengan air melimpah tiba-tiba harus kekurangan air. Mengangkut air bolak-balik dari sumur. Bangun pagi sekali biar tidak mengantri. Kadang bahkan tidak mandi. Pokoknya untuk urusan kamar mandi, moodnya tiba-tiba bisa hilang sendiri.

Semangatku langsung merosot. Jelas aku dan teman-teman kelompokku tidak bisa membantu mereka. Tidak secara nyata dalam waktu satu bulan. Sudah jelas masalah mereka adalah kekurangan air. Kami tidak mungkin membuatkan sumur tambahan yang biayanya puluhan juta rupiah. Yaah, setidaknya itulah yang ada dipikiranku.

Yang kami lakukan hanyalah membagi ilmu. Mengadakan bermacam kegiatan di desa yang sepi. Mengajar anak-anak mengaji, menghadiri acara sunatan, memberikan penyuluhan kesehatan, mengadakan kerja bakti, membuatkan kue pengantin di resepsi pernikahan, membuat peta dengan GPS, berpartisipasi penuh dalam acara tujuhbelasan dan mengadakan pesta ayam bakar di malam perpisahan.

Hanya itu. Ya, hanya itu. Aku pikir mungkin kelompok kami adalah peserta terburuk di KKN. Kami tidak punya program besar untuk membantu desa. Kami mungkin akan segera terlupakan oleh warga begitu masa KKN selesai.

Ketika tiba saatnya harus pulang. Aku heran melihat warga sekampung mengantar kepergian kami. Pikirku, mungkin warga sudah tidak sabar melihat kami pergi. Tapi keherananku dengan warga bukan apa-apa dibanding ketika kami pamit kepada bibi di sebelah penginapan. Beliau menangis sambil memeluk kami. Beliau bilang tidak ingin kami pergi. Beliau meminta kami berjanji untuk sering-sering kembali.

Aku  baru paham ketika melihat anak-anak kecil menangis. Mereka bilang sudah terbiasa belajar dan bermain bersama kami. Mereka juga tidak ingin kami pergi. Bahkan kepala desa mengatakan kepada dosen, kalau diijinkan, dia berharap kami tinggal beberapa bulan lagi.

Aku baru mengerti bahwa tidak perlu memberikan sesuatu yang besar untuk berbagi. Interaksi sehari-hari, sedikit ilmu yang saling kami bagi, bahkan kehadiran kami di sana sudah cukup bagi mereka. Hal yang awalnya kuanggap tak berarti akhirnya membawa kehangatan dalam hati. Kebersamaan ternyata juga bisa dibagi.

Gambar 1. Berbagi Cara Pembuatan Jahe Instan

Gambar 2. Berbagi Tawa di Kebun Karet

Gambar 3. Berbagi Kebanggaan setelah Pentas Tari

Gambar 3. Berpose Dulu sebelum Berbagi Keceriaan di Lomba Bola Daster

Belakangan aku sadari bahwa sikap skeptis tentang berbagi ku warisi dari ibu. Ketika melihat mainan keponakanku yang tidak terpakai lagi, aku memutuskan untuk menyumbangkannya ke program Tango #Hand in Hand.

Sambil membantu mengepak, ibu menyatakan kekhawatirannya. Beliau khawatir kalau mainan yang kami sumbangkan terlalu sederhana. Bagaimana kalau mainan itu dianggap tidak layak? Bagaimana kalau anak-anak itu tidak suka?

Tidak kupungkiri kalau kekhawatiran yang sama juga melintas di kepalaku. Apalah artinya mainan dan buku sederhana yang kami punya. Tapi aku berusaha mengingat kembali pengalamanku waktu KKN. Berbagi itu sederhana. Kebersamaan juga bisa dibagi.

Meskipun sederhana, kuharap mainan dan buku yang kukirimkan bisa menghasilkan kebersamaan di Nias. Mungkin, mainan itu bisa dimainkan bareng. Mungkin buku itu bisa dibaca bersama. Kuharap ada momen kebersamaan yang tercipta. Kuharap momen itu akan menjadi momen yang indah bagi mereka.

So, let's join Tango Hand in Hand. Together, make them smile in simple way. Let's join this event. See more information about it here ^_^

Note 1: You can see some of our activities at Cabi Village here ^_^
Note 2: Find me on Facebook and Twitter ^_^
, ,

UJIAN TENGAH SEMESTER PRAKTIKUM PEMROGRAMAN WEB

Tidak sengaja nemu kertas soal ujian tengah semester mata kuliah praktikum pemrograman web waktu saya kuliah di Program Studi Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat. Jadi kangen sama UTS #SelfKeplak.

Here we go:

  1. Buat kode php yang dapat mengenali angka ganjil dan angka genap yang diinputkan oleh user.
    Petunjuk:
    1. Saat user pertama kali mengakses kode PHP tersebut di browser, akan tampil tampilan sebagai berikut:
       
    2. Ketika user menekan tombol "Submit" tanpa mengisi bilangan di textbox tampilan akan berubah menjadi:
       
    3. Setelah itu jika user memasukkan sebuah bilangan di textbox dan menekan tombol "Submit" maka terjadi pengecekan bilangan ganjil dan genap. Contoh:
      Input: 3

      Input: 12 
  2. Diketahui beberapa data sebagai berikut: 1  10  3  4  6  32  21
    Buatlah kode-kode PHP yang dapat mengenali nilai tertinggi dan nilai terendah dari data tersebut.
  3. Terdapat sebuah database bernama "data_mhs". Di dalam database tersebut terdapat sebuah tabel bernama "nilai". Berikut ini data-data yang ada di dalam tabel nilai :
    NIMNamaNIlai Angka
    J1A107202Ahmad Junaidi89.4
    J1A107204Sally Ramadhan67
    J1A107208Suherman Jaya72.6

    Buatlah kode-kode PHP yang dapat menampilkan data di atas di browser dengan tampilan seperti ini:

    Catatan: Kolom Nilai Huruf merupakan hasil dari percabangan Nilai Angka dan Jumlah Nilai dan Rata-rata merupakan hasil proses operasi aritmatika Nilai Angka.
Jawaban:

  1. Source code:
    <form name="form1" method="post" action="">
      <label for="bil">Bilangan</label>
      <input type="text" name="bil" id="bil1">
      <input name="submit" type="submit" value="Submit">
    </form>
    <?php
      if (!isset($_POST['submit']))
        echo 'Masukkan bilangan';
      else
      {
        $bil = $_POST['bil'];
        if ($bil == '')
          echo 'Textbox tidak boleh kosong';
        elseif ($bil % 2 == 0)
          echo $bil.' adalah genap';
        else
          echo $bil.' adalah ganjil';
      }
    ?>
  2. Source code:
    Data: 1 10 3 4 6 32 21
    <?php
    $data=array(1,10,3,4,6,32,21);
    echo '<br />Nilai tertinggi: '.max($data);
    echo '<br />Nilai terendah: '.min($data);
    ?>
  3. Source code:
    <?php
    $con = mysql_connect("localhost","root");
    if (!$con)
    {
    die('Could not connect: ' . mysql_error());
    }
    mysql_select_db("data_mhs", $con);
    $query="select * from nilai";
    $exec=mysql_query($query);
    ?>
    <table border=1>
    <tr>
    <td>NIM</td>
    <td>NAMA</td>
    <td>NILAI ANGKA</td>
    <td>NILAI HURUF</td>
    </tr>
    <?php $jml_nilai=0; $jml_mhs=0;
    while ($data=mysql_fetch_array($exec))
    { ?>
    <tr>
    <td><?php echo $data['nim']; ?></td>
    <td><?php echo $data['nama']; ?></td>
    <td><?php echo $data['nilai_angka']; ?></td>
    <td><?php if ($data['nilai_angka']== 0) echo "E";
    elseif($data['nilai_angka']> 0 && $data['nilai_angka'] <= 54 ) echo "D"; elseif($data['nilai_angka']>= 55 && $data['nilai_angka'] <= 59 ) echo "D+";elseif($data['nilai_angka']>= 60 && $data['nilai_angka'] <= 64 ) echo "C";elseif($data['nilai_angka']>= 65 && $data['nilai_angka'] <= 69 ) echo "C+"; elseif($data['nilai_angka']>= 70 && $data['nilai_angka'] <= 74 ) echo "B";elseif($data['nilai_angka']>= 75 && $data['nilai_angka'] <= 79 ) echo "B+";elseif($data['nilai_angka']>=80) echo "A";?></td> </tr>
    <?php
    $jml_nilai+=$data['nilai_angka'];
    $jml_mhs++;
    } ?>
    </table> <br /><br />
    Jumlah nilai: <?php echo $jml_nilai;?> <br />
    Rata-rata: <?php echo $jml_nilai/$jml_mhs;?>