Jenis-Jenis Majas


  1. Litotes
    Litotes ialah gaya yang menggunakan kata yang berlawanan arti dengan yang dimaksud untuk merendahkan diri.
    Misalnya:
    Sudikah tuan singgah ke gubug saya?
    Silakan makan seadanya, hanya dengan sambal saja.
    Tunggu saja, dalam sekejap mata ia kembali.
  2. Simbolik
    Simbolik ialah gaya yang melukiskan sesuatu dengan simbol-simbol atau lambang-lambang.
    Misalnya:
    Hati-hati bicara dengan bunglon.
    Waspadalah dengan si Kancil, agar kau tidak tertipu.
    Janganlah kau jadi sampah masyarakat.
  3. Ironi
    Ironi ialah gaya menyindir secara halus terhadap orang yang diajak bicara.
    Misalnya:
    Wah, tulisanmu sehebat ini! (tulisannya jelek sekali)
    Cepat betul kau mandi, sampai penat aku menantimu.
    Rajin benar kau, Min! Baru dua jam pelajaran dimulai.
  4. Sinisme
    Sinisme ialah gaya menyindir yang lebih kasar dari pada ironi.
    Misalnya:
    Jijik aku melihat orang yang tak sopan itu.
    Mual perutku melihat tingkah lakumu itu.
    Semoga dengan bermalas-malas begitu engkau dapat lulus.
  5. Sarkasme
    Sarkasme ialah gaya sindiran yang kasar sekali, biasanya berupa maki-makian.
    Misalnya:
    Walau kau mampus, aku tak akan menjengukmu.
    Memang otak udang isi kepalamu itu.
    Pernah dia minggat dari sini.
  6. Klimaks
    Klimaks ialah gaya penyebutan yang makin lama makin naik.
    Misalnya:
    Dahulu banyak orang yang mengeluh, merintih, menangis, karena kelaparan.
    Rakyat di dusun, di desa, di kota bersatu melawan penjajah.
    Semula mata berkunang-kunang akhirnya ia pingsan
  7. Antiklimaks
    Antiklimaks ialah gaya penyebutan beberapa hal yang makin lama makin mengecil atau menurun.
    Misalnya:
    Gedung-gedung, rumah-rumah, gubuk-gubuk tidak lepas dari serangan musuh.
    Baik trek, sedan, motor beroda dua pun
  8. Repetisi
  9. Paradok

PS: Saat lagi bersih-bersih barang lama, saya menemukan 3 lembar fotokopi dari macam-macam majas
Share:

0 komentar:

Posting Komentar